<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="110116">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH β-KITOSAN DARI GLADIUS CUMI-CUMI (LOLIGO SP.) TERHADAP JUMLAH FIBROBLAS DALAM PENYEMBUHAN LUKA SAYAT GINGIVA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Asmaul Husna</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Gigi</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Luka adalah suatu bentuk kerusakan yang terjadi pada sebagian jaringan tubuh yang dapat terjadi pada kulit ataupun mukosa. Tubuh akan merespon kerusakan pada sel-sel tersebut dengan mekanisme penyembuhan luka. Proses penyembuhan luka terbagi menjadi 4 fase yaitu hemostasis, inflamasi, proliferasi dan remodeling serat kolagen. Fase proliferasi terjadi pada hari ke-4 sampai hari ke-21, ditandai dengan adanya sel fibroblas yang bermigrasi ke area luka dan lebih aktif dalam pembelahannya sebagai respon terhadap berbagai faktor pertumbuhan dan memproduksi serat kolagen. Kitosan gladius cumi-cumi (Loligo sp.) memiliki potensi dalam penyembuhan luka karena memiliki sifat biokompatibilitas yang baik, tidak toksik sehingga aman digunakan, tidak menyebabkan reaksi immunologi, biodegradabilitas yang sangat baik, antimikroba, dan antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian gel kitosan gladius cumi-cumi terhadap jumlah fibroblas dalam penyembuhan luka sayat gingiva tikus putih (Rattus norvegicus) pada hari ke-21. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris menggunakan 15 ekor tikus yang dibagi ke dalam 3 kelompok, yaitu kelompok kontrol positif, kelompok kontrol negatif, dan kelompok perlakuan yang diberi perlukaan di gingiva anterior mandibula. Daerah luka diaplikasikan menggunakan gel kitosan TIENS, gel akuades dan gel kitosan gladius cumi-cumi secara topikal dua kali sehari selama 21 hari, lalu jaringan luka diamati secara histologi dengan pembesaran 400x dan 5 lapang pandang. Hasil penelitian menunjukkan jumlah fibroblas pada kelompok gel kitosan TIENS memiliki rerata 10,48±2,0, kelompok gel akuades memiliki rerata 10,28±2,3 dan kelompok gel kitosan gladius cumi-cumi memiliki rerata 10,4±3,3. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antar kelompok terhadap jumlah fibroblas pada luka sayat gingiva tikus putih (Rattus norvegicus) pada hari ke-21.&#13;
&#13;
Kata kunci: Penyembuhan luka, kitosan gladius cumi-cumi, histologi, sel fibroblas.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SQUID</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>GINGIVAL DISEASES - DENTISTRY</topic>
 </subject>
 <classification>617.632</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>110116</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-03-31 14:50:04</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-23 10:13:25</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>