<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="110050">
 <titleInfo>
  <title>STRATEGI KOMUNIKASI PEMERINTAH GAMPONG PEUNAYONG DALAM MENJAGA KERUKUNAN ANTARA MASYARAKAT LOKAL DAN ETNIS TIONGHOA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RIVALDO PHONNA RIFKY</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas  Ilmu Sosial dan Ilmu Politik</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kerukunan digambarkan dengan kehangatan, ketenangan, tanpa perselisihan yang mengganggu keharmonisan. Keharmonisan dalam wujud masyarakat yang beragam ini  ada sejak masa Kesultanan Iskandar Muda yang menjadikan Peunayong sebagai tempat pedagang dari Tiongkok untuk singgah. Kondisi kerukunan yang baik yang telah ada sejak dahulu bukanlah akhir dari kewajiban pemerintah gampong untuk menjaganya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat strategi yang digunakan Pemerintah Gampong dalam menjaga kerukunan antara masyarakat lokal dan etnis tionghoa. Teori yang digunakan dalam penelitian ini merupakan model perencanaan komunikasi oleh Cultip dan Center dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Terdapat tiga informan yang dipilih menggunakan Teknik Purposive Sampling. Beberapa kriteria telah ditetapkan oleh peneliti. Proses menganalisis dalam model perencanaan komunikasi menggunakan empat langkah yang menjadi dasar perencanaan komunikasi yaitu penemuan fakta (finding fact), perencana (planning), komunikasi (communication), dan evaluasi (evaluation). Keempat langkah ini diawali oleh penemuan fakta, kerukunan di peunayong stabil, tapi tetap membutuhkan pengawasan dari pemerintah gampong,kemudian dilanjutkan dengan perencanaan, mempertimbangkan beberapa faktor, komunikasi yang akan dijalankan dengan mengutamakan asas kemanusiaan, melakukan koordinasi dengan tokoh yang mempunyai pengaruh kuat untuk menyelaraskan metode dan tujuan strategi komunikasi.  Pada tahap komunikasi, tokoh yang punya peran utama seperti Keuchik melakukan sosialisasi dan pendekatan secara langsung kepada masyarakat, Tuha Peut terbuka untuk menyediakan media musyawarah apabila terdapat permasalahan dan Ketua Yayasan HAKKA rutin memberikan pernyataan kepada media terkait pesan-pesan toleransi dan keharmonisan tentang kondisi kerukunan yang ada di Peunayong. Media mural juga digunakan sebagai symbol dan penguat nuansa harmonis di peunayong. Evaluasi yang dilakukan adalah menegaskan tindak laku SARA yang berpotensi memecah belah dalam kontestasi politik yang akan diadakan dalam waktu dekat. &#13;
Kata Kunci: Strategi Komunikasi, Kerukunan, Pemerintah Desa</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>110050</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-03-30 14:39:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-03-30 14:48:23</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>