<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="110024">
 <titleInfo>
  <title>KEKERABATAN LIMA VARIETAS NILAM ACEH (POGOSTEMON CABLIN (BLANCO) BENTH.) BERDASARKAN GEN INTERNAL TRANSCRIBED SPACER (ITS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Syafika Adelia Rizki</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas mipa</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tanaman nilam merupakan penghasil minyak atsiri yang berperan penting dalam meningkatkan devisa negara atau peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) bagi negara yang digunakan dalam dunia industri. Tanaman nilam yang ada di Indonesia terdiri dari tiga jenis nilam yaitu Pogostemon cablin (Blanco) Benth. (nilam aceh), Pogostemon hortensis Backer., (nilam sabun) dan Pogostemon heyneanus Benth. (nilam jawa). Tanaman nilam aceh (Pogostemon cablin (Blanco) Benth.) merupakan jenis tanaman nilam yang pertama kali dibudidayakan secara luas hampir di seluruh wilayah Aceh, dan memiliki beberapa varietas, diantaranya adalah varietas sidikalang, varietas tapaktuan, varietas lhokseumawe, varietas patchoulina 1 dan varietas patchoulina 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekerabatan kelima varietas tersebut karena belum diketahui dan belum ada publikasi yang membahas mengenai kekerabatan kelima varietas nilam aceh dengan pendekatan molekuler menggunakan gen ITS. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif yang meliputi beberapa tahapan, yaitu tahap ekstraksi DNA menggunakan metode CTAB, amplifikasi DNA menggunakan gen ITS, sequencing, penyejajaran data hasil sequencing, dan perekonstruksian pohon filogenetik menggunakan MEGA X dengan metode Maximum Parsimony menggunakan bootstrap sebanyak 1000 pengulangan.  Hasil amplifikasi dari 15 sampel berdasarkan gen ITS pada penelitian ini menghasilkan pita DNA yang berkisar 650-700 bp. Hasil dari penyejajaran selanjutnya dibandingkan dengan data pada GenBank. Hasil dari rekonstruksi pohon filogenetik berdasarkan gen ITS diperoleh 2 kelompok membentuk monofiletik dan polifiletik. Kelompok pertama SD (2), SD (1), TP (1), TP (2), TP (3), LH (1), LH (2), LH (3), P 1 (1), P 2 (1), P 2(3) membentuk monofiletik yang mana kelompok anggotanya berasal dari satu nenek moyang yang sama dan kelompok kedua P 1(2), P 1 (3), P 2 (2) memiliki karakter DNA yang berbeda dari kelompok sidikalang, lhokseumawe dan tapak tuan, sehingga kelompok ini membentuk grup polifiletik. &#13;
&#13;
Kata kunci: Filogenetik, Gen ITS, Pogostemon cablin.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>110024</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-03-30 12:34:33</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-03-30 13:37:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>