<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="110010">
 <titleInfo>
  <title>KOMUNIKASI INTERPERSONAL GURU SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) PADA SISWA TUNAGRAHITA SLB YPPC LABUI BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>TIARA MIFTAHUL JANNAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas  Ilmu Sosial dan Ilmu Politik</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pembelajaran akan berjalan efektif apabila siswa mengerti materi yang guru sampaikan. Oleh karena itu, guru perlu metode komunikasi dan pembelajaran yang tepat pada siswa tunagrahita agar  pembelajaran  berjalan  efektif.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  komunikasi interpersonal  guru  pada  siswa  tunagrahita  SLB  YPPC  Labui  Banda  Aceh.  Teori  yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori Fenomenologi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan penentuan informan berdasarkan metode purposive sampling dan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Terdapat tiga informan dalam penelitian ini, yaitu  guru SLB YPPC  Labui  yang berpengalaman mengajar minimal selama 5 tahun. Teknik analisis data pada penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan  kesimpulan.  Hasil  penelitian  ini  menunjukkan  bahwa  setiap  guru  memiliki pengalaman yang beragam selama mengajar siswa tunagrahita. Setiap guru memiliki makna yang hampir sama mengenai siswa tunagrahita. Dalam melakukan komunikasi interpersonal pada siswa tunagrahita, guru menggunakan komunikasi verbal yaitu kata-kata yang sederhana dan dilakukan berulang-ulang, dibantu dengan komunikasi nonverbal seperti intonasi suara, gerakan  tangan, raut  wajah,  dan  tatapan mata.  Pendekatan  komunikasi yang  guru  lakukan adalah secara pribadi dengan mendatangi siswa terlebih dahulu dan menyapa serta mengajak berbicara  siswa.  Pendekatan  yang  guru  lakukan  dapat  meminimalkan  hambatan  yang kemungkinan  terjadi  dalam  mencapai  tujuan  pembelajaran.  Adapun  saran  yang  diberikan adalah  1)  setiap  guru  SLB  YPPC  Labui  dapat  menjaga  hubungan  baik  dengan siswa  dan mengembangkan komunikasi yang guru lakukan agar mencapai tujuan pembelajaran secara maksimal dan 2) setiap guru SLB dapat meningkatkan  keterampilan guru dalam mengajar Anak Berkebutuhan Khusus dengan lebih kreatif dan berkualitas.   Kata Kunci : Komunikasi Interpersonal, Guru SLB, Siswa Tunagrahita, Teori Fenomeologi</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>110010</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-03-30 10:51:07</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-03-30 10:58:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>