GAMBARAN PERILAKU CYBERBULLYING PADA SISWA SMA DI KECAMATAN GLUMPANG TIGA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

GAMBARAN PERILAKU CYBERBULLYING PADA SISWA SMA DI KECAMATAN GLUMPANG TIGA


Pengarang

Rya Zaiyana - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Aiyub - 197405312006041005 - Dosen Pembimbing I
Sri Novitayani - 198011272015042002 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1912101010041

Fakultas & Prodi

Fakultas Keperawatan / Ilmu Keperawatan (S1) / PDDIKTI : 14201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Keperawatan., 2023

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penggunaan media sosial telah menjadi suatu kebutuhan dikalangan remaja.
Tingginya pengguna media sosial di kalangan remaja memicu peningkatan
cyberbullying. Situasi ini sangat berbahaya bagi kesehatan jiwa remaja, mengingat
cyberbullying dapat meningkatkan tekanan emosional, depresi, harga diri rendah,
kecemasan, isolasi sosial, dan performa akademik menurun. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui Gambaran Perilaku Cyberbullying pada Siswa SMA.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan desain cross
sectional study. Pemilihan sampel menggunakan teknik non-probability sampling
dengan metode purposive sampling dengan populasi 257 siswa, Setelah dilakukan
seleksi dengan kriterita yang telah ditetapkan, maka sampel yang diperoleh
sebanyak 235 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui angket
(Cyberbullying and Online Aggression Survey Instrument). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa perilaku cyberbullying offending berada pada katagori rendah
yaitu 202 responden (86%) dan perilaku cyberbullying victimization juga berada
pada kategori rendah yaitu sebanyak 194 responden (82,6%). Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa tingkat cyberbullying dikalangan siswa SMA berada pada
kategori rendah. Diharapkan sekolah tetap harus sadar bahwa kemungkinan
peningkatan cyberbullying masih sangat tinggi. Sekolah secara terus menerus
mensosialisasikan efek negatif dari cyberbullying bagi korban sehingga siswa lebih
bijak menggunakan media sosial sebagai alat komunikasi dan sharing informasi.

The use of social media has become a necessity among teenagers. The high number of social media users among teenagers triggers an increase in cyberbullying. This situation is very dangerous for adolescent mental health, considering that cyberbullying can increase emotional stress, depression, low self-esteem, anxiety, social isolation, and decreased academic achievement.The purpose of this study is to describe cyberbullying behavior in senior high school. This research is a descriptive exploratory study with a cross sectional study design. The sample selection used a non-probability sampling technique with a purposive sampling method with a population of 257 students. After the selection was made with predetermined criteria, a sample of 235 respondents was obtained. Data collection was carried out through a questionnaire (Cyberbullying and Online Aggression Survey Instrument). The results showed that cyberbullying was included in the low category, namely 202 respondents (86%) and cyberbullying victimization was also included in the low category, namely 194 respondents (82.6%). The results of this study indicate that the level of cyberbullying among senior high school is in the low category. The school is expected to remain aware that the possibility of an increase in cyberbullying is still very high. Schools continue to socialize the negative impact of cyberbullying on victims so that students use social media wisely as a means of communication and sharing information.

Citation



    SERVICES DESK