<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="109998">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN EFEK SAMPING OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) PADA PENGOBATAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT (TB-RO) DI RSUDZA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD FADJAR MUARIF</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Tuberkulosis Resistan Obat merupakan penyakit tuberkulosis yang memiliki resistansi terhadap Obat Anti Tuberkulosis yang disebabkan oleh mutasi strain bakteri Mycobacterium Tuberculosis. Mutasi tersebut disebabkan oleh pemberian pengobatan pada pasien TB yang tidak adekuat. WHO melaporkan bahwa pada tahun 2020, dari 3 juta orang yang didiagnosis tuberkulosis secara bakteriologis 2.1 juta (71%) dikonfirmasi terkena Rifampicin-resistant TB (TB-RR) dan 25.681 kasus lainnya merupakan kasus TB pre-XDR. Pengobatan TB-RO dilakukan dengan pemberian OAT melalui dua regimen yaitu regimen jangka pendek (STR) dan regimen jangka panjang (individual). Keberhasilan dari pengobatan TB-RO dipengaruhi oleh kepatuhan pasien. Penelitian ini bersifat observasional deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di instalasi Pelayanan Tuberkulosis Terpadu RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh pada Desember 2022. Populasi sampel terdiri dari 84 orang dimana 49 orang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Teknik pengambil sampel dilalukan secara non-probability dan analisis hasil dilakukan secara univariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa pasien yang menjalani pengobatan TB-RO di RSUD Zainoel Abidin terdiri dari paling banyak laki-laki sebanyak 32 orang (65,3%%) dan kelompok umur 46-55 tahun sebanyak 11 orang (22,4%). Pekerjaan pasien terbanyak adalah wiraswasta sebanyak 11 orang (22,4%) dan ibu rumah tangga sebanyak 9 orang (18,4%). Kebanyakan pasien berasal dari Banda Aceh sebanyak 14 orang (28,6%) dan Aceh Besar sebanyak 14 (28,6%). Efek samping terbanyak yang di laporkan oleh pasien adalah mual sebanyak 28 orang (57,1%%) diikuti dengan neuritis perifer sebanyak 19 orang (38,8%), lemas sebanyak 17 orang (34,7%) dan anoreksia sebanyak 17 orang (34,7%%).&#13;
&#13;
Kata kunci: Tuberkulosis Resistan Obat (TB-RO), efek samping obat anti tuberkulosis (OAT), efek samping pengobatan TB-RO.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>TUBERCULOSIS - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>DRUG RESISTANCE - MICROORGANISMS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>DRUG SIDE EFFECTS - PHARMACOKINETICS</topic>
 </subject>
 <classification>616.904 1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>109998</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-03-30 07:34:25</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-03-30 15:24:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>