<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="10999">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FARAH DIBA ANGGRAINI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>M. Jafar, S.H., M.Hum.   Seseorang yang ditaruh di bawah pengampuan adalah orang dalam keadaan dungu,  sakit  otak  (tidak  waras),  mata  gelap,  dan  orang  dewasa  yang  boros sebagaimana  ketentuan  Pasal  1330  KUHPdt.  Salah  satu  kewenangan  Pengadilan Negeri  adalah  menetapkan  wali  pengampu  bagi  orang  yang  ditaruh  di  bawah pengampuan.  Pokok  permasalahan  studi  kasus  ini  adalah  pertimbangan  hukum Pengadilan  Negeri  dan  analisis  terhadap  penetapan  Pengadilan  Negeri  Nomor 189/Pdt.P/2013/PN-Lsm  tentang  pengajuan  pengampuan  dan  penetapan  sebagai kurator.   Penulisan studi kasus ini bertujuan untuk menjelaskan dasar pertimbangan hakim  dalam  mengabulkan  permohonan  pengajuan  pengampuan  dan  penetapan sebagai  kurator  serta  menganilis  apakah  penetapan  Pengadilan  Negeri Lhokseumawe Nomor 189/Pdt.P/2013/PN-Lsm mempunyai cukup bukti,  saksi dan kekuatan hukum.   Untuk memperoleh data dalam penulisan studi kasus ini, digunakan metode penelitian  hukum  normatif  (normative  legal  research),  penelitian  kepustakaan (library research), yang mencakup bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang keseluruhannya dianalisa secara kualitatif.   Hasil  penelitian  penetapan  Pengadilan  Negeri  Lhokseumawe  Nomor 189/Pdt.P/2013/PN-Lsm  tentang  pengajuan  pengampuan  dan  penetapan  sebagai kurator hanya mempertimbangkan ketentuan Pasal 433 danPasal 434 KUHPdt saja. Sehingga  akibatnya  penetapan  hakim  Pengadilan  Negeri  Lhokseumawe  tidak mempunyai  kekuatan  hukum,  tidak  cukup  bukti,  serta  saksi  dan  melanggar  asas audi  et  alteram  partem, kewajiban  mendengar  pihak  terkait,  di  karenakan  hakim tidak mempertimbangkan dan memenuhi adanya ketentuan Pasal 438, 439 dan 440 KUHPdt.    Disarankan  adanya  peraturan  hukum  atau  peraturan  perundang-undangan yang  dibuat  oleh  pemerintah  untuk  mengatur  tentang  hubungan  keperdataan  dan mengganti  ketentuan-ketentuan  didalam  KUHPdt.  Harus  adanya  peraturan pemerintah yang menyatakan bahwa KUHPdt dicabut dan diganti dengan peraturan Keperdataan  Nasional  yang  baru,  hal  ini  dikarenakan  KUHPdt  yang  lama  sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan masyarakat Indonesia sekarang.</note>
 <subject authority="">
  <topic>COURT RULES-CRIMINAL LAW</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>10999</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-12-29 11:11:06</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-05-23 11:40:42</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>