TINGKAT KERAMAHAN LINGKUNGAN ALAT TANGKAPJARING INSANG BERDASARKAN CODE OF CONDUCT FOR RESPONSIBLE FISHERIES (CCRF) DI DESA LAE MATE, KECAMATAN RUNDENG, KOTA SUBULUSSALAM | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

TINGKAT KERAMAHAN LINGKUNGAN ALAT TANGKAPJARING INSANG BERDASARKAN CODE OF CONDUCT FOR RESPONSIBLE FISHERIES (CCRF) DI DESA LAE MATE, KECAMATAN RUNDENG, KOTA SUBULUSSALAM


Pengarang

YESI PURNIATI - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Ratna Mutia Aprilla - 198804222019032016 - Dosen Pembimbing I
Nanda Rizki Purnama - 199002112021021101 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1811103010068

Fakultas & Prodi

Fakultas Kelautan dan Perikanan / Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (S1) / PDDIKTI : 54246

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kelautan dan perikanan., 2023

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penurunan stok ikan sangat berkaitan dengan penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan. Kesalahan dalam mengantisipasi dinamika alat tangkap juga telah menyebabkan kepunahan sumberdaya ikan dan rusaknya habitat ikan. Pengembangan kegiatan perikanan tangkap berbasis Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF) dapat dilakukan untuk memanfaatkan potensi perikanan tangkap secara optimal yang akan mempengaruhi perekonomian dan kesejahteraan nelayan. Maka dari permasalahan tersebut perlu dilakukan penelitian tentang tingkat keramahan lingkungan alat tangkap jaring insang berbasis CCRF diperairan Desa Lae Mate . Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui komposisi hasil tangkapan jaring insang, dan untuk mengetahui tingkat keramahan lingkungan alat tangkap jaring insang berdasarkan Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF) di DesaLae Mate, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam. Penelitian ini dilakukan pada bulan 8 Agustus- 12 September 2022. Lokasi penelitian dilaksanakan di sungai Lae Soraya, Desa Lae Mate, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dan observasi. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Data primer terdiri dari jenis ikan dan ukuran alat tangkap. Jenis hasil tangkapan, dan Tingkat keramahan lingkungan alat tangkap. Data sekunder terdiri dari Pembobotan kriteria alat tangkap ramah lingkungan. Analisis komposisi hasil tangkapan dilakukan secara deskriptif. Komposisi hasil tangkapan ditampilkan dalam bentuk Tabel dan dianalisa secara deskripsi. Tingkat keramahan lingkungan alat tangkap jaring insang di analisis dengan menggunakan pembobotan 9 kriteria alat tangkap ramah lingkungan sesuai Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF) tahun 1995. Hasil Penelitian menunjukkan ahwa Komposisi hasil tangkapan jaring insang yang diperoleh di Desa Lae Mate terdiri dari 5 jenis ikan yaitu ikan nilem, ikan tawes, ikan betutu, ikan lais, dan ikan baung. Tingkat keramahan alat tangkap jaring insang yang digunakan oleh nelayan di Desa Lae Mate termasuk dalam kategori alat tangkap yang bersifat ramah lingkungan berdasarkan kriteria CCRF.

The decline in fish stocks is closely related to the use of fishing gear that is not environmentally friendly. Errors in anticipating the dynamics of fishing gear have also caused the extinction of fish resources and the destruction of fish habitats. The development of capture fisheries activities based on the Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF) can be carried out to optimally utilize the potential of capture fisheries which will affect the economy and welfare of fishermen. So from these problems it is necessary to do research on the level of environmental friendliness of CCRF-based gill net fishing gear in the waters of Lae Mate Village. The research objectives were to determine the composition of gill net catches, and to determine the level of environmental friendliness of gill net gear based on the Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF) in Lae Mate Village, Rundeng District, Subulussalam City. This research was conducted from 8 August to 12 September 2022. The research location was carried out in the waters of Lae Mate Village, Rundeng District, Subulussalam City. The research method used in this study is a survey and observation method. The data collected in this study are in the form of primary data and secondary data. The primary data consists of the type and size of fishing gear, the type of catch, and the level of environmental friendliness of the fishing gear. Secondary data consists of weighting criteria for environmentally friendly fishing gear. Analysis of the composition of the catch was carried out descriptively. The composition of the catch is displayed in tabular form and analyzed descriptively. The level of environmental friendliness of gill net fishing gear was analyzed using a weighting of 9 criteria for environmentally friendly fishing gear according to the 1995 Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF). The results of the study showed that the composition of the gill net catch obtained in Lae mate Village consisted of 5 species. fish namely nilem fish, tawes fish, betutu fish, lais fish, and baung fish. The level of friendliness of the gill nets used by fishermen in Lae Mate Village is included in the category of environmentally friendly fishing gear based on CCRF criteria.

Citation



    SERVICES DESK