<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="109908">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN TERJADINYA DERMATOMYCOSIS DENGAN  RIWAYAT PEMAKAIAN KORTIKOSTEROID</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>komalasari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dermatomycosis merupakan  salah satu infeksi  yang prevalensinya  paling tinggi di dunia.  Salah  satu faktor yang mempengaruhi timbulnya Dermatomycosis adalah kortikosteroid.  Pasien  dengan  riwayat  pemakaian kortikosteroid  sering  menimbulkan infeksi jamur. Tujuan dari penelitian  ini adalah untuk mengetahui  hubungan terjadinya Dermatomycosis  dengan  riwayat   pemakaian   kortikosteroid.  Jenis  penelitian  adalah analitik  retrospektif dengan rancangan case control  study  dengan metode pengambilan sampel  secara probability sampling dengan menggunakan systematis random  sampling. Jenis sampel  dibagi  kedalam dua kelompok yaitu kelompok kasus dan kelompok kontrol. Kelompok  kasus  adalah   kelompok  pasien  yang  menderita  Dermatomycosis  dengan riwayat    pemakaian    kortikosteroid   dan   tanpa   riwayat    pemakaian    kortikosteroid. Kelompok kontrol adalah kelompok pembanding yaitu kelompok pasien yang tidak menderita Dermatomycosis dengan riwayat pemakaian  kortikosteroid dan tanpa riwayat pemakaian kortikosteroid. Data dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan p value (0,014) dengan derajat kebebasan (di) beenilai  1    besar koefisien Chi- Square  adalah  6,043. Dari  hasil  diatas  menunjukkan bahwa kejadian  Dermatomycosis berhubungan dengan riwayat pemakaian kortikosteroid.&#13;
&#13;
Kata Kunci  :   dermatomycosis,  kortikosteroid&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>109908</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-03-29 10:16:00</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-03-29 10:16:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>