<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="109902">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS INTERFACE ANTARA MATERIAL RESTORASI GLASS IONOMER CEMENT (GIC) DAN ALKASITE DENGAN STRUKTUR GIGI MENGGUNAKAN SEM-EDX MAPPING</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Widya Awalidityaningrum</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Gigi</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Material restorasi idealnya selain harus mampu beradaptasi baik dengan kavitas, estetik, tidak mengiritasi, juga harus dapat berikatan baik dengan struktur gigi. Material restorasi Alkasite mulai dikembangkan tahun 2016 memiliki warna yang sama dengan gigi juga diklaim memiliki kekuatan mekanik yang lebih baik jika dibandingkan dengan Glass Ionomer Cement (GIC). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interface antara material restorasi GIC dan Alkasite dengan struktur gigi menggunakan uji Scanning Electron Microscope (SEM) dan uji Energy Dispersive X-ray Spectroscopy (EDX) Mapping. Spesimen pada penelitian ini menggunakan gigi premolar rahang atas yang direstorasi dengan GIC dan Alkasite pada kavitas kelas V G.V Black dan disimpan di dalam inkubator selama 1 bulan dengan suhu 37°C. Spesimen dipotong secara longitudinal dari arah bukopalatal, kemudian dianalisis pada bagaian interface restorasi dengan menggunakan SEM dan EDX mapping merek Thermo Scientific Prisma E. Hasil SEM dianalisis menggunakan perangkat lunak imageJ menunjukan rata-rata celah interfasial yang terbentuk antara GIC dan enamel (6.923 µm), sedangkan antara GIC dengan dentin (13.160 µm). Selain itu, pada Alkasite tidak ditemukan adanya celah interfasial. Hasil EDX antara GIC dengan struktur gigi didapatkan adanya unsur fosfor (P), kalsium (Ca) dan fluor (F) lebih tinggi dibanding antara Alkasite dengan struktur gigi. Keberdaan unsur P, Ca, dan F mampu memberikan potensi remineralisasi pada gigi di sekitar restorasi. Kesimpulan penelitian ini material Alkasite dengan pengaplikasian bonding agent menunjukkan adaptasi marginal yang lebih baik dibandingkan material restorasi GIC, namun Alkasite dengan pengaplikasian bonding agent kurang baik dalam hal memberikan potensi remineralisasi ke struktur gigi dibanding GIC.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>DENTAL RESTORATION (GLASS IONOMER CEMENT) GIC</topic>
 </subject>
 <classification>617.69</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>109902</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-03-29 01:06:00</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-05-03 15:08:23</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>