<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="109891">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN LUARAN PERSALINAN PERVAGINAM PADA IBU HAMIL YANG TERKONFIRMASI COVID-19 DAN NON COVID-19 DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH TAHUN 2020-2021</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mirza</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pendahuluan. Wanita hamil dianggap sebagai kelompok berisiko tinggi selama pandemi karena mereka lebih rentan terhadap kemungkinan efek COVID-19 selama kehamilan, setelah kehamilan, dan juga pada neonatusnya. Kasus infeksi SARS-CoV-2 untuk angka kematian pada wanita hamil mencapai hingga 25%. Berdasarkan penelitian yang dilakukan untuk mengetahui dampak COVID-19 yang tertular pada ibu hamil menunjukkan bahwa ibu hamil dengan COVID-19 berisiko mengalami keguguran, gawat janin, persalinan prematur, ketuban pecah dini, dan gangguan pertumbuhan janin. Metode penelitian. Analitik observasional komparatif dengan pendekatan potong lintang (cross sectional). Penelitian dilakukan di RSUDZA Banda Aceh menggunakan data sekunder yaitu rekam medis dengan jumlah sampel sebanyak 90 orang. Hasil penelitian. Terdapat perbedaan perbandingan usia kehamilan (p-value=0,001), perdarahan post partum  (p-value=0,008), warna cairan ketuban (p-value=0,000), APGAR score (p-value=0,027), dan berat lahir neonatus (p-value=0,000) pada persalinan pervaginam ibu hamil yang terkonfirmasi COVID-19 dengan non COVID-19 di RSUDZA Banda Aceh Tahun 2020-2021. Diskusi. Infeksi COVID-19 sendiri telah menimbulkan kekhawatiran bagi ibu hamil dan janin akibat perubahan fisiologis dalam imunitas selama kehamilan, kerentanan ibu terhadap infeksi pernafasan, peningkatan kebutuhan oksigen, dan risiko yang terkait dengan pengobatan selama kehamilan. Infeksi virus selama kehamilan dapat mengakibatkan luaran klinis yang kurang baik. Kesimpulan. Ibu hamil COVID-19 yang melakukan persalinan pervaginam lebih banyak melahirkan secara prematur, mengalami kejadian perdarahan post partum, melahirkan dengan warna air ketuban yang keruh, melahirkan bayi dengan APGAR Score rendah, dan melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah dibandingkan dengan ibu hamil non COVID-19.&#13;
&#13;
Kata kunci : COVID-19, Ibu hamil COVID-19, Luaran persalinan pervaginam&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>109891</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-03-28 15:55:02</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-03-29 09:12:08</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>