<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="109876">
 <titleInfo>
  <title>PEMAKSAAN PERNIKAHAN SEBAGAI UPAYA DALAM PENANGANAN KASUS PEMERKOSAAN DI KABUPATEN BENER MERIAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Erlisa Rahma Dianti</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas  Ilmu Sosial dan Ilmu Politik</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Skripsi ini bertujuan untuk  mendeskripsikan pemaksaan pernikahan dijadikan sebagai penanganan kasus pemerkosaan, dengan studi kasus di Kabupaten Bener Meriah. Pemerkosaan merupakan tindakan kejahatan yang dilakukan untuk melampiaskan hawa nafsu secara paksa, beberapa kasus pemerkosaan dijadikan sebagai pemaksaan pernikahan dalam penanganan kasus. Dalam jangka panjang kekerasan seksual dan pemerkosaan pada masa kanak-kanak memiliki potensi untuk menjadi pelaku. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif yang dijabarkan secara etnografi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini melalui wawancara mendalam,observasi dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam menganalisis penelitian ini adalah teori Interseksionalitas oleh Crenshaw. Teknik pengambilan sampel dam penelitian ini menggunkan teknik purposive sampling. Adapun informan dalam penelitian ini adalah korban dan pelaku dipaksa melakukan pernikahan, syarat ini kemudian diturunkan menjadi dua kriteria: pertama, korban dan pelaku yang masih berstatus menikah, kedua, korban dan pelaku yang sudah bercerai. Berdasarkan data yang peneliti dapat, pelaku dan korban yang di paksa menikah dalam penanganan kasus pemerkosaan mengalami permasalahan baru seperti peningkatan angka kemiskinan, penelantaran anak, kekerasan dalam rumah tangga, perceraian yang terus terjadi bahkan kesehatan mental korban juga terganggu. Pernikahan yang dipaksakan pada anak di beberapa desa Kabupaten Bener Meriah sebagai penanganan kasus pemerkosaan banyak mengalami penindasan serta dominasi atau diskriminasi pada kaum perempuan. Perlu adanya kebijakan dari pemerintah dalam penanganan kasus yang lebih serius serta kerjasama antar masyarakat dan keluarga untuk lebih memperhatikan kasus pemerkosaan. &#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci : Kasus Pemerkosaan, Pernikahan Paksa, Penanganan Kasus.  &#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>RAPE (CRIME) - LAW</topic>
 </subject>
 <classification>345.025 32</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>109876</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-03-28 14:44:30</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-03-28 14:59:53</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>