Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
MOTIVASI BERTAHAN PEREMPUAN KORBAN TOXIC RELATIONSHIP DALAM HUBUNGAN BERPACARAN
Pengarang
CUT HUSNUL MAQHFIRAH - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Yuva Ayuning Anjar - 199301082019032020 - Dosen Pembimbing I
Siti Ikramatoun - 199007012019032024 - Dosen Pembimbing II
Khairulyadi - 197705302010121001 - Penguji
Masrizal - 198404152010121005 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
1810101010065
Fakultas & Prodi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas FISIPOL., 2023
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Berpacaran merupakan momentum untuk kedua individu saling mengenal
satu sama lain. Namun disisi lain, banyak remaja yang sering kali melakukan
kesalahan dalam berpacaran sehingga terjadinya konflik diantara mereka. Konflik
berkelanjutan yang sering disertai dengan kekerasan merupakan bentuk dari
hubungan toxic relationship. Toxic relationship adalah suatu hubungan antar
individu atau suatu kelompok yang beracun dan dapat menyebabkan banyak
dampak buruk bagi kesehatan mental seseorang. Teori yang digunakan dalam
melakukan penelitian ini adalah teori interaksionisme simbolik yang dicetuskan
oleh George Herbert Mead. Penelitian ini juga menggunakan metode penelitian
kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Hasil yang
didapat dari penelitian ini mengungkapkan bahwa berpacaran merupakan suatu
perilaku yang bertentangan dengan norma masyarakat. Sehingga ketika perempuan
mendapatkan perlakukan kekerasan dari pasangannya, perempuan tidak
mendapatkan perlindungan dari masyarakat. Hal ini juga diperparah dengan
tindakangan dari pasangannya yang manipulatif sehingga perempuan korban toxic
relantionship tidak dapat terlepas dari jeratan pasangannya. Perempuan korban
toxic relationship juga tidak mendapatkan perlindungan secara hukum atas
tindakan kekerasan dan intimidasi yang ia dapatkan. Hal-hal tersebutlah yang
mempengaruhi pikiran perempuan tersebut untuk bertahan dari hubungan yang
toxic walaupun hubungan tersebut sangat merugikan dirinya. Hal ini sejalan dengan
teori yang dicetuskan oleh Mead yaitu Society, Mind, dan Self. Beberapa yang
diharapkan mampu menjadi solusi bagi perempuan korban toxic relationship adalah
dengan mulai mencintai diri sendiri dan beranikan diri untuk terbuka dan bercerita
dengan orang lain serta keluarga. Serta masyarakat juga ikut serta dalam merangkul
perempuan tersebut dan melaporkan kepada pihak yang berwajib jika melihat hal
yang salah.
Kata Kunci: Berpacaran, Toxic Relationship, Kekerasan, Masyarakat
x ABSTRACT Dating is a momentum for both individuals to get to know each other. But on the other hand, many teenagers often make mistakes in dating so that conflicts occur between them. Continuous conflict, which is often accompanied by violence, is a form of toxic relationships. A toxic relationship is a relationship between individuals or a group that is toxic and can cause many adverse effects on a person's mental health. The theory used in conducting this research is the theory of symbolic interactionism initiated by George Herbert Mead. This study also uses qualitative research methods by collecting data through interviews and observation. The results obtained from this study reveal that dating is a behavior that is contrary to societal norms. So that when women get violent treatment from their partners, women do not get protection from society. This is also exacerbated by the manipulative actions of their partners so that women who are victims of a toxic relationship cannot be separated from their partner's. Women victims of toxic relationships also do not receive legal protection for the acts of violence and intimidation they receive. These things influence the woman's mind to survive a toxic relationship even though the relationship is very detrimental to her. This is in line with the theory put forward by Mead, namely Society, Mind, and Self. Some of the things that are expected to be a solution for women who are victims of toxic relationships are to start loving themselves and having the courage to be open and tell stories to other people and their families. The community also participates in embracing these women and reporting to the authorities if they see something wrong. Keywords: Dating, Toxic Relationship, Violence, Society
ANALISIS TOXIC FRIENDSHIP DAN SELF ESTEEM DALAM HUBUNGAN INTERPERSONAL MAHASISWA GENERASI Z UNIVERSITAS SYIAH KUALA (NAJWA ANDINI SEPTIA, 2024)
KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM MENANGANI TERJADINYA PERILAKU TOXIC RELATIONSHIP (STUDI PADA REMAJA MEDAN) (SUNDUS AFRA MUNA KHAIRUNNISA, 2022)
SURVIVAL PEREMPUAN SINGLE PARENT KORBAN RUMOH RNGEUDONG PASCA KONFLIK DI DESA BILLIE AROEN KECAMATAN GEULUMPANG TIGA KABUPATEN PIDIE (TEUNGKU INONG ASTUTI, 2022)
DAYA LENTING (RESILIENCE) PADA PEREMPUAN KORBAN PERKOSAAN (Iyulen Febry Zuanny, 2022)
IDENTIFIKASI PENGAMBILAN KEPUTUSAN PADA INDIVIDU YANG MENGALAMI KEKERASAN DALAM PERTEMANAN DITINJAU DARI STATUS HUBUNGAN PERTEMANAN (Humaira Qanitah, 2026)