<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="109871">
 <titleInfo>
  <title>MOTIVASI BERTAHAN PEREMPUAN KORBAN TOXIC RELATIONSHIP DALAM HUBUNGAN BERPACARAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>CUT HUSNUL MAQHFIRAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas FISIPOL</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
 &#13;
 Berpacaran merupakan momentum untuk kedua individu saling mengenal &#13;
satu sama lain. Namun disisi lain, banyak remaja yang sering kali melakukan&#13;
kesalahan dalam berpacaran sehingga terjadinya konflik diantara mereka. Konflik&#13;
berkelanjutan yang sering disertai dengan kekerasan merupakan bentuk dari&#13;
hubungan toxic relationship. Toxic relationship adalah suatu hubungan antar&#13;
individu atau suatu kelompok yang beracun dan dapat menyebabkan banyak&#13;
dampak buruk bagi kesehatan mental seseorang. Teori yang digunakan dalam&#13;
melakukan penelitian ini adalah teori interaksionisme simbolik yang dicetuskan&#13;
oleh George Herbert Mead. Penelitian ini juga menggunakan metode penelitian&#13;
kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Hasil yang&#13;
didapat dari penelitian ini mengungkapkan bahwa berpacaran merupakan suatu&#13;
perilaku yang bertentangan dengan norma masyarakat. Sehingga ketika perempuan&#13;
mendapatkan perlakukan kekerasan dari pasangannya, perempuan tidak&#13;
mendapatkan perlindungan dari masyarakat. Hal ini juga diperparah dengan&#13;
tindakangan dari pasangannya yang manipulatif sehingga perempuan korban toxic&#13;
relantionship tidak dapat terlepas dari jeratan pasangannya. Perempuan korban&#13;
toxic relationship juga tidak mendapatkan perlindungan secara hukum atas&#13;
tindakan kekerasan dan intimidasi yang ia dapatkan. Hal-hal tersebutlah yang&#13;
mempengaruhi pikiran perempuan tersebut untuk bertahan dari hubungan yang&#13;
toxic walaupun hubungan tersebut sangat merugikan dirinya. Hal ini sejalan dengan&#13;
teori yang dicetuskan oleh Mead yaitu Society, Mind, dan Self. Beberapa yang&#13;
diharapkan mampu menjadi solusi bagi perempuan korban toxic relationship adalah&#13;
dengan mulai mencintai diri sendiri dan beranikan diri untuk terbuka dan bercerita&#13;
dengan orang lain serta keluarga. Serta masyarakat juga ikut serta dalam merangkul&#13;
perempuan tersebut dan melaporkan kepada pihak yang berwajib jika melihat hal&#13;
yang salah.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Berpacaran, Toxic Relationship, Kekerasan, Masyarakat</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>109871</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-03-28 14:00:20</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-03-28 14:03:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>