<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="109862">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH INTENSITAS DAN DURASI PAPARAN BISING TERHADAP AMBANG DENGAR PADA PELAJAR SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 2 BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Andil Mulya</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar Belakang: Gangguan pendengaran akibat bising disebabkan oleh paparan bising yang cukup keras dan terus menerus dalam jangka waktu yang lama. Pelajar SMK merupakan populasi yang berisiko tinggi terhadap gangguan pendengaran akibat bising. Hal tersebut dikarenakan paparan bising dari mesin atau alat praktikum. Intensitas bising dari alat atau mesin praktikum sering melebihi dari ambang batas yang diperbolehkan. Tujuan: Mengetahui pengaruh intensitas dan durasi paparan bising terhadap ambang dengar pada pelajar SMKN 2 Banda Aceh. Metode: Jenis Penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross sectional. Sampel penelitian adalah pelajar SMK kelas XI dan XII pada jurusan mesin dan otomotif yang bersedia untuk ikut serta dalam penelitian. Sampel pada penelitian ini kemudian diwawancara dan dilakukan pemeriksaan otoskopi dan audiometri. Kebisingan ruangan dinilai dengan sound level meter. Hasil: 121 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dari penelitian ini. Mayoritas sampel pada penelitian ini berusia 16 tahun (47,9%), berjenis kelamin laki-laki (100%), berada pada jurusan mesin (75,2%), tidak pernah menggunakan alat pelindung telinga (93,4%), terpapar bising selama 4-6 hari dalam seminggu (85,1%) dan terpapar bising dengan intensitas &gt;85dB (75,2%). Pada penelitian ini didapatkan bahwa intensitas bising dan durasi paparan bising berpengaruh dengan peningkatan ambang dengar (p=0,001). Kesimpulan: Terdapat pengaruh antara intensitas bising dan lama paparan bising terhadap ambang dengar.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Ambang Dengar, Intensitas Bising, Durasi Paparan Bising</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>109862</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-03-28 12:19:31</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-03-28 12:23:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>