Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KOMPARASI GAYA BAHASA SIARAN PENYIAR RADIO LOKAL KOTA BANDA ACEH
Pengarang
IZZAH GUNADUMNA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nur Anisah - 197801192009122003 - Dosen Pembimbing I
Nadia Muharman - 198410082014012101 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
1810102010068
Fakultas & Prodi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik., 2023
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komparasi gaya bahasa siaran yang
digunakan oleh penyiar Radio Flamboyant FM dan Radio Three FM Kota Banda
Aceh. Penelitian ini penting dilakukan karena salah satu faktor yang memiliki
pengaruh signifikan terhadap perkembangan suatu radio adalah gaya bahasa siaran
yang digunakan oleh penyiarnya. Meningkatnya konsumsi radio setiap tahunnya di
Indonesia juga menunjukkan bahwa radio masih menjadi salah satu media massa
yang digemari oleh masyarakat. Penelitian ini menggunakan teori Retorika
Aristoteles dengan lima kanon retorika, yaitu invention, arrangement, style,
delivery, dan, memory. Penelitian ini juga menggunakan konsep aspek gaya bahasa
ditinjau dari segi bahasa yang dikemukakan oleh Gorys Keraf. Jenis penelitian ini
bersifat kualitatif dan penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive
sampling. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini meliputi observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis
interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada gaya
bahasa berdasarkan pilihan kata, penyiar Radio Flamboyant FM hanya
menggunakan gaya bahasa tak resmi dan gaya bahasa percakapanpada seluruh
segmen siaran, sedangkan penyiar Radio Three FM menggunakan seluruh gaya
bahasa, meliputi gaya bahasa resmi (yang hanya digunakan pada segmen berita),
gaya bahasa tak resmi, dan gaya bahasa percakapan (yang digunakan pada segmen
setelahnya). Di samping itu, pada gaya bahasa berdasarkan nada, penyiar Radio
Flamboyant FM menggunakan gaya mulia bertenaga dan gaya menengah,
sedangkan penyiar Radio Three FM menggunakan gaya sederhana dan gaya
menengah. Adapun pada gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat, penyiar Radio
Flamboyant FM menggunakan struktur kalimat periodik, sementara penyiar Radio
Three FM menggunakan struktur kalimat yang berimbang. Kemudian, dari aspek
langsung tidaknya makna, para penyiar dari Radio Flamboyant FM dan Radio
Three FM, keduanya menggunakan gaya bahasa dengan makna langsung (retoris).
This study aims to compare the broadcasting style used by the Announcers of Radio Flamboyant FM and Radio Three FM Banda Aceh because one of the significant factors that have a massive impact on the development of radio is the broadcasting style used by the announcers. The increasing number of radio listeners in Indonesia annually shows that radio is among the most favorite mass media among the public. This study uses Aristotle's Rhetoric theory with five canons of rhetoric (invention, arrangement, style, delivery, and memory). This study also applies the concept of language style as proposed by Gorys Keraf. This research used a qualitative method and the determination of informants using a purposive sampling technique—the data collection techniques using observation, interviews, and documentation. Data analysis uses the Miles and Huberman interactive analysis model. The results of the study showed differences in the broadcasting style between the announcers of Radio Flamboyant FM and the announcers of Radio Three FM. These differences view according to the aspect of language style based on word choice, tone, and sentence structure. Regarding language style based on word choice, Flamboyant FM Radio broadcaster only uses unofficial and conversational language styles in all broadcast segments. In contrast, the Three FM Radio announcer uses all language styles, including the formal, unofficial, and conversational styles (used in the following segments). In addition, in tone-based language, Flamboyant FM's radio broadcasters use a noble, powerful, and medium style, while Three FM's radio announcer uses a simple and medium style. As for language style based on sentence structure, Flamboyant FM Radio broadcasters use periodic sentence structures, while Three FM Radio broadcasters use balanced sentence structures. Then, from direct or not meaning, the broadcasters from Flamboyant and Three FM Radio use language styles with direct (rhetorical) meanings.
CAMPUR KODE BAHASA INGGRIS DALAM TUTURAN BAHASA INDONESIA PENYIAR SIARAN RADIO OZ ACEH (Fitria Winanda, 2014)
ANALISIS CAMPUR KODE PADA SIARAN RADIO 94,5 THREE FM BANDA ACEH (URFIA IDNA, 2021)
ANALISIS CAMPUR KODE DAN ALIH KODE PADA SIARAN RADIO REPUBLIK INDONESIA BANDA ACEH (AUFA LIDDINI, 2020)
CAMPUR KODE DAN ALIH KODE DALAM IKLAN BERBAHASA ACEH PADA SIARAN RADIO DI BANDA ACEH (Asmaita, 2013)
TANGGAPAN PENDENGAR TERHADAP PROGRAM SIARAN RADIO ANTERO (STUDI TERHADAP MASYARAKAT KECAMATAN ULEE KARENG KOTA BANDA ACEH) (Fatriana, 2021)