<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="109845">
 <titleInfo>
  <title>PENGGUNAAN PENDEKATAN MOLEKULAR DALAM IDENTIFIKASI SPESIES PENYU DARI PRODUK SOUVENIR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ananda Novita Putri Siregar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perairan Indonesia memiliki 6 spesies penyu dari 7 spesies penyu di dunia. Penyu merupakan hewan yang dilindungi karena telah masuk ke dalam red list IUCN dan Appendiks I CITES. Karapas penyu dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan produk souvenir. Souvenir yang berupa cincin, anting-anting, dan bros masih banyak diperjualbelikan dengan bebas, padahal terdapat regulasi secara hukum yang melarang perdagangan fauna baik dalam keadaan hidup maupun mati. Oleh karena itu dibutuhkannya penelitian ini untuk memberantas kegiatan illegal dengan melakukan identifikasi secara forensik pada produk souvenir penyu. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis penyu dari produk souvenir dari daerah Nias dan menghasilkan referensi pustaka sekuen untuk spesies penyu yang berasal dari souvenir. Penelitian ini dilakukan dari bulan Juni sampai Desember 2022 dan pengambilan sampel souvenir pada 3 lokasi di Nias meliputi Teluk Dalam, Gunung Sitoli, dan Olora. Total sampel ialah 93 sampel, data primer sebanyak 4 sekuen (cincin dan anting-anting) dan data sekunder diambil dari GenBank sebanyak 89 sekuen. Analisis molekular terdiri dari 4 tahapan yaitu ekstraksi DNA, PCR, Elektroforesis dan translasi DNA. Hasil analisis data menunjukkan souvenir penyu berhasil diidentifikasi sebagai spesies penyu sisik (Eretmochelys imbricata), rekonstruksi pohon filogenetik terbagi menjadi dua clade, nilai keragaman haplotipe tertinggi (Hd) terdapat pada populasi Malaysia dan Bali sebesar 1,00, nilai jarak genetik antar populasi sebesar 0,002-0,043 dan dalam populasi sebesar 0-0,03 serta nilai jarak uji berpasangan (Fst) sebesar 0,46 yang menunjukkan kesebelas populasi ini masih berkerabat dekat. 11 populasi penyu sisik terbagi menjadi 66 haplotipe. Haplotipe 13 menjadi haplotipe yang memiliki populasi terbanyak yaitu 8 populasi. Adanya kesamaan haplotipe karena sifat penyu adalah migratori. Penyu melakukan migrasi dengan bantuan arus. Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan akan menjadi salah satu dasar pengelolaan dan konservasi penyu sisik di Indonesia.&#13;
	&#13;
Kata Kunci: IUCN, CITES, forensik, souvenir, Eretmochelys imbricata, populasi, haplotipe, migratori</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>109845</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-03-28 00:16:09</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-03-28 09:37:58</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>