<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="109835">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS DETERMINAN ANEMIA GESTASIONAL DI INDONESIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dalili Adlina Ridwan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran  Magister Kesehatan Masyarakat</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>PROGRAM STUDI MAGISTER KESEHATAN MASYARAKAT&#13;
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA&#13;
&#13;
Tesis, 27 Maret 2023&#13;
Dalili Adlina Ridwan&#13;
&#13;
Analisis Determinan Anemia Gestasional di Indonesia&#13;
&#13;
90 Halaman + 5 Tabel + 3 Gambar + 11 Lampiran&#13;
&#13;
ABSTRAK&#13;
&#13;
Latar Belakang: Anemia gestasional merupakan anemia yang terjadi selama masa kehamilan, dimana jumlah sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin pada trimester I dan trimester III kurang dari 11 g/dl, dan trimester II ≤ 10,5 g/dl. Keadaan ini berdampak buruk bagi kesehatan maternal dan fetal. Hampir 40% ibu hamil di dunia mengalami anemia, dimana di Indonesia WHO mencatat peningkatan insidensi setiap tahunnya. Pada tahun 2018 sebanyak 43.7% wanita hamil yang mengalami anemia sedangkan tahun 2013 tercatat 41%, dan terus meningkat di tahun 2019 sebesar 44,2%. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan kejadian anemia gestasional berdasarkan usia ibu, usia kehamilan, tingkat pendidikan, status pekerjaan, tempat tinggal, paritas, kunjungan ANC, tablet tambah darah, dan kondisi energi kronis (KEK). Metode Penelitian: Metode cross-sectional dengan total sampling sebanyak 538 ibu hamil. Analisis data menggunakan regresi logistik menggunakan SPSS 26. Hasil Penelitian: Hasil analisis statistik menunjukkan adanya hubungan usia ibu, usia kehamilan, kunjungan ANC, dan KEK dengan anemia gestasional di Indonesia (p≤0,05). Sedangkan tingkat pendidikan, status pekerjaan, tempat tinggal, paritas, dan TTD tidak memiliki hubungan terhadap anemia gestasional di Indonesia (p≥0,05). Kesimpulan: Usia kehamilan merupakan faktor yang paling dominan terhadap anemia gestasional. Usia kandungan lebih dari 24 minggu 3 kali lebih berisiko mengalami anemia gestasional dibandingkan dengan usia kehamilan trimester I. &#13;
&#13;
Kata Kunci: Determianan anemia gestasional, Ibu hamil di Indonesia&#13;
Daftar Pustaka: 11 buku + 63 jurnal/lainnya&#13;
 &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>109835</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-03-27 16:40:50</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-03-28 09:13:17</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>