<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="109826">
 <titleInfo>
  <title>EFEKTIVITAS SUPLEMENTASI VITAMIN D TERHADAP PERUBAHAN DERAJAT GEJALA HIDUNG DAN KADAR INTERLEUKIN 4 SERUM DARAH PADA PENDERITA RINITIS ALERGI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Iip Berliananda</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran  Prodi Ilmu Kesehatan THT-KL</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pendahuluan: Rinitis Alergi (RA) termasuk permasalahan kesehatan global yang dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya. Terdapat bebagai mekanisme molekuler yang mendasari perubahan derajat berat RA khususnya berkaitan dengan respon imunologi yang melibatkan interleukin – 4 (IL-4). Vitamin D memainkan peranan penting dalam mekanisme imunologi khususnya dalam mempengaruhi sel T dalam mensekresikan IL-4. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas suplemen vitamin D dalam menurunkan derajat berat gejala dan kadar IL-4 darah penderita RA persisten.&#13;
Metode: Penelitian ini termasuk dalam studi uji klinis desain paralel yang dilakukan di rumah sakit umum daerah dr. Zainoel Abidin dengan dua kelompok subjek berupa kelompok D (suplementasi vitamin D) dan kelompok P (Plasebo). Kedua kelompok diberikan terapi standar dan kelompok D diberikan tambahan suplementasi vitamin D 1.000 IU selama 28 hari. Kadar IL-4 dianalisis dengan tehnik ELISA dan derajat berat gejala di ukur menggunakan Total Nasal Symptoms Score (TNSS). Analisis Number Need to Treat (NNT) dan Mann-Whitney U test dilakukan dengan tingkat kepercayaan 95%.&#13;
Hasil: Sebanyak 14 penderita RA terlibat pada masing – masing kelompok dengan rerata usia 35 tahun dan dominasi jenis kelamin laki – laki. Perubahan TNSS kelompok D lebih baik dibandingkan kelompok P yakni dengan rerata secara berurutan 2 dan 1,5 (p = 0,005, NNT: 2,8). Kadar IL-4 menunjukkan perubahan yang lebih baik pada kelompok D dengan rerata 0,02 dibandingkan kelompok p (p&#13;
= 0,046, NNT: 2)&#13;
Kesimpulan: Suplementasi vitamin D selama 28 hari dapat menurunkan derajat berat gejala pada penderita RA dengan menurunkan kadar IL-4 serum. Evaluasi jangka panjang perlu dilakukan untuk menilai peran vitamin D dalam mempengaruhi berbagai sitokin pro-inflamasi dalam patofisiologi RA.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Rinitis alergi persisten, vitamin D, derajat berat gejala, interleukin-4</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>109826</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-03-27 15:22:43</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-03-28 08:45:53</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>