<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="109785">
 <titleInfo>
  <title>PERBEDAAN FUNGSI PARU PADA PASIEN DIABETES MELLITUS (DM) TIPE 2 TERKONTROL DAN TIDAK TERKONTROL DI POLI ENDOKRINRNRSUD ZAINOEL  ABIDIN BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yudha friatna</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Diabetes   melitus   (DM)   merupakan  masalah   yang   serius   di  dunia   termasuk Indonesia.  DM merupakan   gangguan  metabolisme.  DM mempengaruhi  berbagai fungsi   organ   tubuh   manusia.   Namun,   salah   satu  fungsi   organ   yang   sering diabaikan  adalah  fungsi  paru. Uji  spirometri  merupakan  salah satu uji  fungsi  paru.&#13;
Penelitian  ini bertujuan mengetahui  perbedaan fungsi paru pada pasien  DM tipe-2 terkontrol   dan tidak  terkontrol   di  poll  endokrin  RSUD  Zainoel   Abidin  Banda Aceh.  Desain   penelitian  bersifat  analitik   dengan   pendekatan  potong   lintang. Penelitian  dilaksanakan  di poli  endokrin  di  RSUD  Zainoel  Abidin  Banda  Aceh. Populasi  penelitian   ini adalah seluruh  pasien  DM  yang  datang  ke poli endokrin RSUDZA   selama  bulan  September  2012  - Januari  2013.  Sampel  berjumlah   60 pasien  DM  tipe  2,  diambil   secara sampel   insidental   dengan   memenuhi   syarat inklusi serta dibagi dalam dua kelompok  (terkontrol  dan tidak  terkontrol). Analisis data  menggunakan Uji Mann-Whitney (p &lt; 0,05). Hasil  penelitian  menunjukkan terdapat 28  subjek terkontrol   dan 32  subjek tidak  terkontrol.  Nilai  rerata  KVP pada kelompok  terkontrol  47,8 ± 11,5% prediksi  dan 31,3  ± 14,5% prediksi  pada kelompok tidak  terkontrol.   Nilai  rerata  VEP 1    kelompok   terkontrol   54,7  ±  14% prediksi      dan      kelompok    tidak   terkontrol    39,5   ±   20,7%   prediksi.   Dapat disimpulkan bahwa  terdapat  perbedaan  nilai  KVP dan VEP 1   pada pasien  DM tipe&#13;
2 terkontrol   dan tidak  terkontrol.  Nilai  KVP dan  VEP I    pada  pasien  DM tipe  2&#13;
yang terkontrol  lebih tinggi daripada  DM tipe 2 tidak terkontrol.&#13;
&#13;
Kata Kunci:  Diabetes  melitus,  KVP, VEP1&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>109785</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-03-27 11:36:35</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-03-27 11:36:35</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>