PENGARUH DOSIS PUPUK KOMPOS DAN KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR KULIT NENAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG (SOLANUM MELONGENA L.) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH DOSIS PUPUK KOMPOS DAN KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR KULIT NENAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG (SOLANUM MELONGENA L.)


Pengarang

Liza Maqfirah - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Nurhayati - 195911221987022001 - Dosen Pembimbing I
Nanda Mayani - 197906152012122002 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1805101050020

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian Agroteknologi., 2023

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Liza Maqfirah. 1805101050020. “Pengaruh Dosis Pupuk Kompos dan Konsentrasi Pupuk
Organik Cair Kulit Nenas terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terung (Solanum
melongena L.)”. Dibawah bimbingan Nurhayati sebagai Pembimbing Utama dan Nanda
Mayani sebagai Pembimbing Anggota.
RINGKASAN
Tanaman terung (Solanum melongena L.) merupakan salah satu tanaman
hortikultura dari famili Solanaceae yang memiliki banyak manfaat. Terung mengandung
protein, lemak, mineral, serat, karbohidrat, potassium, fosfor dan zat besi. Selain
dikonsumsi sebagai bahan makanan, terung juga dijadikan sebagai bahan obat tradisional
untuk mengobati batuk, gatal-gatal, dan kencing manis. Produksi terung di Indonesia
dalam dua tahun terakhir menunjukkan bahwa pada tahun 2019 sebesar 575.392 ton dan
tahun 2020 mencapai 618.201 ton. Permintaan terhadap terung terus meningkat sejalan
dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan manfaat dan nilai gizi yang terdapat
pada terung. Oleh karena itu, perlu usaha peningkatan produksi terung baik kuantitas
maupun kualitasnya, salah satu usaha yang dapat dilakukan dengan pemupukan.
Pemupukan perlu dilakukan karena unsur hara dalam tanah tidak mencukupi bagi
tanaman untuk menghasilkan produksi yang optimal.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tanaman terung
akibat dosis pupuk kompos dan konsentrasi pupuk organik cair kulit nenas serta interaksi
antara kedua faktor tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Leupung Cut, Kecamatan
Kuta Malaka, Kabupaten Aceh Besar dan Laboratorium Hortikultura Universitas Syiah
Kuala Kota Banda Aceh. Pelaksanaan penelitian dimulai dari bulan Maret sampai dengan
Agustus 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola
faktorial 4 x 4 dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu dosis pupuk kompos
terdiri atas 4 taraf dan faktor kedua adalah konsentrasi pupuk organik cair kulit nenas yang
terdiri atas 4 taraf sehingga diperoleh 16 kombinasi perlakuan dan 48 unit percobaan.
Setiap satuan percobaan terdiri dari 2 tanaman sampel terung, sehingga keseluruhan
terdapat 96 tanaman. Adapun parameter yang diamati antara lain tinggi tanaman, jumlah
cabang produktif, jumlah bunga, jumlah buah, panjang buah, diameter buah dan berat buah
pertanaman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk kompos berpengaruh sangat
nyata terhadap tinggi tanaman umur 42 dan 56 HST, jumlah cabang produktif, jumlah
bunga, panjang buah, diameter buah dan berat buah pertanaman, berpengaruh nyata
terhadap tinggi tanaman umur 28 HST, namun berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi
tanaman umur 14 HST dan jumlah buah. Pertumbuhan dan hasil terung terbaik dijumpai
pada dosis pupuk kompos 2 kg polibag-1. Selanjutnya, hasil penelitian menunjukkan bahwa
konsentrasi pupuk organik cair kulit nenas berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi
tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah bunga, jumlah buah, panjang buah, diameter
buah dan berat buah pertanaman. Pertumbuhan dan hasil terung cenderung lebih baik
dijumpai pada perlakuan tanpa pupuk organik cair kulit nenas (kontrol). Terdapat interaksi
tidak nyata antara dosis pupuk kompos dan konsentrasi pupuk organik cair kulit nenas
terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah bunga, jumlah buah, panjang
buah, diameter buah dan berat buah pertanaman.

Liza Maqfirah. 1805101050020. “Effect of Compost Fertilizer Dosage and Fertilizer Concentration Liquid Organic Pineapple Peel on the Growth and Yield of Eggplant (Solanum melongena L.)”. Under the guidance of Nurhayati as the Main Advisor and Nanda Mayani as Member Advisor. SUMMARY Eggplant (Solanum melongena L.) is one of the plants horticulture from the Solanaceae family which has many benefits. Eggplant contains protein, fat, minerals, fiber, carbohydrates, potassium, phosphorus and iron. Besides consumed as a food ingredient, eggplant is also used as a traditional medicinal ingredient to treat coughs, hives, and diabetes. Eggplant production in Indonesia in the last two years shows that in 2019 it was 575,392 tons and in 2020 it reached 618,201 tons. Demand for eggplant continues to increase in line with increasing public awareness of the benefits and nutritional value contained on the eggplant. Therefore, it is necessary to increase eggplant production in good quantity as well as its quality, one of the efforts that can be done with fertilization. Fertilization needs to be done because the nutrients in the soil are not sufficient for plants to produce optimal production. This study aims to determine the growth and yield of eggplant due to doses of compost and concentration of liquid organic fertilizer of pineapple skins and interactions between the two factors. This research was conducted in Leupung Cut Village, District Kuta Malacca, Aceh Besar District and the Horticulture Laboratory of Shia University Kuala City of Banda Aceh. Implementation of the research started from March to August 2022. This study used a randomized block design (RBD) pattern factorial 4 x 4 with 2 factors and 3 replications. The first factor is the dose of compost consists of 4 levels and the second factor is the concentration of pineapple skin liquid organic fertilizer consists of 4 levels to obtain 16 treatment combinations and 48 experimental units. Each experimental unit consisted of 2 eggplant sample plants, so that the whole there are 96 plants. The parameters observed included plant height, number productive branches, number of flowers, number of fruit, fruit length, fruit diameter and fruit weight planting. The results showed that the dose of compost had a very significant effect significantly to plant height aged 42 and 56 HST, number of productive branches, number flowers, fruit length, fruit diameter and fruit weight planted, had a significant effect on plant height at 28 HST, but had no significant effect on height plant age 14 HST and number of fruit. The best growth and yield of eggplant was found at a dose of compost 2 kg polybag-1. Furthermore, the research results show that The concentration of pineapple skin liquid organic fertilizer had no significant effect on height plant, number of productive branches, number of flowers, number of fruit, fruit length, diameter fruit and fruit weight planted. Growth and yield of eggplant tends to be better found in the treatment without pineapple skin liquid organic fertilizer (control). There is interaction not significant between doses of compost and concentration of liquid organic fertilizer pineapple skin on plant height, number of productive branches, number of flowers, number of fruits, length fruit, fruit diameter and fruit weight.

Citation



    SERVICES DESK