<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="109630">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN KECANDUAN MEDIA SOSIAL DENGAN SINDROM FEAR OF MISSING OUT PADA MAHASISWA UNIVERSITAS SYIAH KUALA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MIFTAHUL JANNAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Keperawatan</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Terjadi peningkatan penggunaan media sosial di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Tingginya angka penggunaan media sosial tersebut dapat disebabkan oleh salah satu faktor penyebabnya yaitu sindrom Fear of Missing Out (FoMO). FoMO adalah rasa takut ketinggalan momen berharga individu lain dimana ia yang merasa takut jika tidak terlibat didalamnya, ditandai dengan keinginan yang tinggi untuk terus menerus terhubung dengan apa yang individu lain lakukan melalui media sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kecanduan media sosial dengan FoMO pada mahasiswa Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif korelatif dengan desain penelitian cross-sectional. Sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala angkatan 2019, 2020, 2021, dan 2022 sebanyak 218 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah proporsional random sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner Bergen Social Media Addiction Scale (BSMAS) dan kuesioner Fear of Missing Out Scale (FOMOS). Hasil penelitian didapatkan bahwa p-value 0,001 (p-value &lt; 0,05), maka adanya hubungan yang signifikan antara kecanduan media sosial dengan sindrom FoMO pada mahasiswa Universitas Syiah Kuala. Direkomendasikan kepada mahasiswa Universitas Syiah Kuala untuk dapat mengontrol penggunaan media sosial sesuai dengan kebutuhan dan juga perilaku FoMO demi membentuk mahasiswa yang tidak terikat dengan gadget untuk hal-hal yang dapat merugikan.&#13;
&#13;
Kata Kunci	: Kecanduan media sosial, FoMO.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>109630</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-03-21 14:08:19</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-03-21 14:51:43</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>