<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="109629">
 <titleInfo>
  <title>EFEKTIVITAS PENGGUNAAN PROBIOTIK TERHADAP KEJADIAN DIARE PADA LANSIA:</title>
  <subTitle>META ANALISIS</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Devika Muliana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Diare adalah kondisi buang air besar tidak normal dengan konsistensi lembek atau cair. Diare terkait antibiotik paling sering terjadi pada lansia karena penggunaan antibiotik yang ekstensif. Probiotik adalah mikroorganisme vital yang mendukung flora usus dan mengurangi kolonisasi bakteri pada dinding usus. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas, jenis, dan dosis probiotik yang diberikan terhadap kejadian diare pada lansia. Systematic Review dengan Meta Analysis dilakukan menggunakan mesin pencari Pubmed, Science Direct, dan Google Scholar. Tujuh literatur dengan 2.087 peserta dimasukkan dalam tinjauan sistematis yang akan dianalisis secara kuantitatif menggunakan software Review Manager version 5. Selain analisis kuantitatif, tujuh literatur tersebut akan dianalisis secara kualitatif. Meta analisis dilakukan untuk hasil utama yaitu kejadian diare. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan penggunaan probiotik dapat mengurangi risiko diare terkait antibiotik 0,53 kali dibandingkan dengan pemberian plasebo, secara statistik signifikan (OR 0,53; CI 95% 0,29 hingga 0,98; I2 = 70%). Hasil analisis kualitatif menunjukkan jenis probiotik yang diberikan adalah genus Lactobacillus, Bifidobacterium, dan Streptococcus dengan durasi konsumsi bervariasi, mulai dari 3 hari hingga maksimal 4 minggu, dosis probiotik yang diberikan juga bervariasi berkisar dari minimal 1,0 × 10⁶ CFU hingga dosis maksimum 2 × 10¹⁰ CFU. Kesimpulan, pemberian probiotik lebih efektif dibandingkan plasebo dalam mengurangi risiko diare terkait antibiotik pada lansia. &#13;
Kata kunci: Meta analysis, probiotik, diare, lanjut usia.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>109629</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-03-21 13:54:27</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-03-21 14:50:35</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>