PENGARUH PENGANGGURAN, PENGELUARAN PER KAPITA DAN INDEKS PEMBANGUNAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (IP-TIK) TERHADAP KEMISKINAN DI INDONESIA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

PENGARUH PENGANGGURAN, PENGELUARAN PER KAPITA DAN INDEKS PEMBANGUNAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (IP-TIK) TERHADAP KEMISKINAN DI INDONESIA


Pengarang

Teuku Fazil Muttaqin - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Raja Masbar - 195304191980121001 - Dosen Pembimbing I
Abd. Jamal - 196612312000031003 - Dosen Pembimbing II
Sofyan Syahnur - 197005111997021001 - Penguji
Suriani - 197505062006042001 - Penguji
Putri Bintusy Syathi - 197602202003122001 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2101201010017

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ilmu Ekonomi (S2) / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ekonomi., 2023

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kemiskinan merupakan salah satu concern terbesar pemerintah Indonesia saat ini dalam menuju ketercapaian kesejahteraan masyarakat. Kemiskinan Indonesia cenderung mengalami tren yang menurun tetapi masih belum sepenuhnya mencapai target. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh jangka panjang dan jangka pendek dari pengangguran, pengeluaran per kapita rumah tangga, dan IP-TIK terhadap kemiskinan. Penelitian ini menggunakan estimasi model Panel ARDL-ECM pada 34 provinsi di Indonesia periode tahun 2015 hingga 2021. Ditemukan bahwa dalam jangka panjang dan jangka pendek, pengangguran dan pengeluaran per kapita rumah tangga berpengaruh positif signifikan dan negatif signifikan terhadap kemiskinan. Sedangkan, IP-TIK tidak berpengaruh terhadap kemiskinan di Indonesia. Pemerintah dapat memperdalam program pemberdayaan kemampuan pengangguran melalui lembaga-lembaga formal dan non-formal serta menjaga pendapatan masyarakat agar stabil melalui program pemerintah. Pemerintah dapat mengendalikan pengeluaran per kapita rumah tangga melalui sosialisasi atau edukasi rumah tangga agar memprioritaskan kebutuhan dasar terlebih dahulu untuk mencapai kemakmuran sehingga dapat keluar dari perangkap kemiskinan di Indonesia.

Poverty is one of the biggest concerns of the Indonesian government at this time towards achieving social welfare. Indonesia's poverty tends to experience a downward trend but has not yet fully reached the target. This study aims to analyze the long-term and short-term effects of unemployment, household per capita expenditure, and ICT to poverty. This research uses the ARDL-ECM Panel model estimation in 34 provinces in Indonesia for the period 2015 to 2021. It is found that in the long and short term, unemployment and household per capita expenditure have a significant positive and significant negative effect on poverty. Meanwhile, ICT has no effect on poverty in Indonesia. The government can deepen the capacity building program for the unemployed through formal and non-formal institutions and keep people's income stable through government programs. The government can control per capita household spending through socialization or household education so that it prioritizes basic needs first to achieve prosperity so that it can get out of the poverty trap in Indonesia.

Citation



    SERVICES DESK