<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="109581">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN KADAR VITAMIN D PADA IBU DENGAN KEHAMILAN TRIMESTER KETIGA TERHADAP KADAR VITAMIN D DAN BERAT BADAN LAHIR NEONATUS YANG DILAHIRKAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>dr. Derevie Hendryan Moulina</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Dokter Spesialis-I Obstetri dan Ginekologi Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pendahuluan: Vitamin D atau 1,25 (OH)2D serum merupakan metabolit aktif yang berperan pada berbagai mekanisme hemostasis tubuh. Selama kehamilan, 1,25 (OH)2D serum menjadi prediktor penting yang berkaitan dengan fisiologi ibu dan janin. Perubahan kadar 1,25 (OH)2D serum dapat menimbulkan efek buruk terhadap ibu selama kehamilan dan tumbuh kembang janin. Penelitian ini bertujuan untuk menilai korelasi kadar vitamin D serum ibu trimester ketiga terhadap kadar vitamin D dan berat badan neonatus yang dilahirkan.&#13;
Metode: Penelitian ini termasuk studi observasional korelatif dengan desain potong lintang yang dilakukan pada kamar bersalin rumah sakit umum daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Pengukuran kadar vitamin D serum ibu dan bayi dilakukan dengan metode Automatic Chemiluminescence Immunoassay Analyzer (CLIA). Analisis Spearman’s correlation rank test dilakukan dengan tingkat kepercayaan 95%. &#13;
Hasil: Sebanyak 39 ibu hamil usia 30,38 ± 6,21 tahun terlibat dalam penelitian ini dengan dominasi usia kehamilan 38 – 39 minggu (35,9%). Rerata kadar vitamin D ibu dan bayi secara berurutan adalah 17,4 ng/mL dan 17,6 ng/mL (p = 0,003, R = 0,462). Rerata berat badan bayi yang dilahirkan adalah sebesar 3.100 gram dengan rentang 2.100 gram hingga 4.200 gram (p = 0,185, R = 0,217).&#13;
Kesimpulan: Kadar vitamin D serum ibu trimester kegita berkorelasi positif terhadap kadar vitamin D serum neonatus yang dilahirkan dengan kekuatan sedang namun tidak berkorelasi terhadap berat badan lahir. Evaluasi terhadap kadar vitamin D serum ibu trimester ketiga dapat menjadi prediktor kadar vitamin D neonatus saat dilahirkan. &#13;
&#13;
Kata Kunci: Vitamin D, kehamilan, neonatus, berat badan lahir&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>109581</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-03-20 15:43:41</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-03-20 15:53:53</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>