PERBANDINGAN PEMBERIAN MORFIN DENGAN KETAMIN UNTUK PENATALAKSANAAN NYERI PASKA BEDAH ABDOMEN BAGIAN BAWAH DI RUMAH SAKIT DR ZAINOEL ABIDIN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

PERBANDINGAN PEMBERIAN MORFIN DENGAN KETAMIN UNTUK PENATALAKSANAAN NYERI PASKA BEDAH ABDOMEN BAGIAN BAWAH DI RUMAH SAKIT DR ZAINOEL ABIDIN


Pengarang

Rossalia Yuliana - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Zafrullah Khany Jasa - 197012221999031002 - Dosen Pembimbing I
Fachrul Jamal - 196105101988121001 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1907601080003

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Anestesiologi dan Terapi Intensif / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2023

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Latar Belakang Lebih dari 80% pasien yang telah menjalani tindakan operasi
melaporkan adanya nyeri pasca operasi akut yang disebut sebagai nyeri ringan,
sedang, berat. Pemberian analgetik pasca operasi sangat berpengaruh dalam
menentukan keberhasilan luaran operasi, termasuk pada operasi abdomen bagian
bawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan antara pemberian
morfin dan ketamin untuk penatalaksanaan nyeri paska bedah abdominal bagian
bawah.
Metodologi Penelitian Jenis penelitian ini adalah studi observasional analitik
komparatif numerik tidak berpasangan menggunaan desain kohort prospektif.
Penelitian diikuti oleh 42 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dibagi menjadi dua
kelompok yaitu 21 pasien yang mendapat morfin 0,05mg/KgBB secara intravena
dan 21 orang pasien yang mendapat ketamin 0,35 mg/KgBB secara intravena pada
saat akhir penutupan kulit. Kemudian seluruh subjek penelitian dinilai NRS dan
efek samping setelah ekstubasi, pada jam 1,2,6,12,dan 24 jam.
Hasil penelitian Berdasarkan karakteristik subjek penelitian tidak ditemukan
perbedaan signifikan pada kedua kelompok baik dari segi usia, BMI, jenis kelamin,
ASA, serta tindakan pembedahan. Terdapat perbedaan bermakna skala nyeri pada
jam ke-2 (p value 0,002), jam ke-6 (p value 0,041), jam ke 12 (p value 0,001) dan
jam ke 24 (p value 0,019). Secara umum subjek yang terlibat pada penelitian ini
tidak mengeluhkan efek samping obat, hanya sebanyak 2 pasien dari kelompok
ketamin yang mengalami efek samping yaitu mual dan perut kembung.
Kesimpulan Terdapat perbedaan skala nyeri yang bermakna pada pasien yang
mendapatkan analgetik morfin dan ketamin 24 jam paska bedah abdomen bagian
bawah dimana pada kelompok ketamin memiliki skala nyeri yang lebih rendah
dibandingkan dengan kelompok morfin. Namun demikian secara klinis diketahui
tidak terdapat selisih rata-rata skala nyeri antara kedua kelompok. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa penggunaan morfin dan ketamin memberikan manfaat yang
sama terhadap skala nyeri 24 jam paska bedah dengan pertimbangan pemilihan obat
yang memiliki efek samping paling minimal, ketersediaan obat dan biaya yang
lebih murah
Kata Kunci: ketamin, morfin, nyeri, operasi abdominal bagian bawah.

ABSTRACT Background : More than 80% of patients who have undergone surgery report acute postoperative pain referred to as mild, moderate, severe pain. Postoperative analgesic administration is very influential in determining the success of surgical outcomes, including in lower abdominal surgery. This study aims to determine the comparison between the administration of morphine and ketamine for the management of pain after lower abdominal surgery. Methodology : This type of research is an unpaired numerical comparative analytical observational study using a prospective cohort design. The study was followed by 42 patients who met the inclusion criteria divided into two groups: 21 patients who received morphine 0.05mg/KgBB intravenously and 21 patients who received ketamine 0.35 mg/KgBB intravenously at the end of skin closure. Then all study subjects were assessed for NRS and side effects after extubation, at 1, 2, 6, 12 and 24 hours. Results: Based on the characteristics of the study subjects, there were no significant differences between the two groups in terms of age, BMI, gender, ASA, and surgical procedures. There were significant differences in pain scale at the 2nd hour (p value 0.002), 6th hour (p value 0.041), 12th hour (p value 0.001) and 24th hour (p value 0.019). In general, the subjects involved in this study did not complain of drug side effects, only 2 patients from the ketamine group experienced side effects, such as nausea and flatulence. Conclusion: There is a significant difference in pain scale in patients who get morphine and ketamine analgesics 24 hours after lower abdominal surgery where the ketamine group has a lower pain scale compared to the morphine group. However, clinically it is known that there is no difference in the average pain scale between the two groups. So it can be concluded that the use of morphine and ketamine provides the same benefit to the 24-hour postoperative pain scale with consideration of the selection of drugs that have the least side effects, drug availability and lower costs. Keywords: ketamine, morphine, pain, lower abdominal surgery.

Citation



    SERVICES DESK