<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="109506">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN KINERJA METODE DEEP LEARNING DALAM PENDETEKSIAN  KERUSAKAN BIJI KOPI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yayang Hafifah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Elektro dan Komputer</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kopi merupakan salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi saat ini. Biji &#13;
kopi terlebih dahulu dilakukan penyortiran oleh petani. Hal ini dikarenakan &#13;
banyaknya jenis biji kopi yang memiliki perbedaan dari segi bentuk dan tekstur. &#13;
Setelah melakukan penyortiran, petani harus melakukan deteksi biji kopi apakah &#13;
mengalami kerusakan atau tidak. Proses tersebut masih dilakukan secara manual &#13;
oleh petani kopi sehingga membutuhkan waktu yang lama serta mengakibatkan &#13;
terjadi kesalahan karena kurangnya pengetahuan tentang kopi. Selain itu, juga &#13;
dilakukan upaya peningkatan kualitas terhadap biji kopi yang akan mempengaruhi &#13;
nilai jual dari biji kopi tersebut. Adapun tujuan penelitian ini mengusulkan model &#13;
deep learning dalam model klasifikasi yang dibangun menggunakan Convolutional &#13;
Neural Network (CNN) terhadap arsitektur ResNet-34, VGG-16, dan EfficientNet&#13;
dan melakukan evaluasi model serta mengetahui bagian mana yang dideteksi pada &#13;
kerusakan biji kopi. Setelah dilakukan penelitian hasil pengujian menunjukan &#13;
bahwa model memiliki akurasi yang baik dimana model mampu membedakan &#13;
antara biji kopi rusak dan biji kopi normal. Arsitektur ResNet-34 menghasilkan &#13;
akurasi sebesar 90.13%, arsitektur VGG-16 sebesar 88.12%, dan arsitektur &#13;
EfficientNet sebesar 89.75%, Selanjutnya dengan menggunakan Grad-CAM model &#13;
mampu mendeteksi kerusakan biji kopi yaitu dilihat berdasarkan bentuk. Terdapat &#13;
heatmap yang menyorot bagian yang biji kopi rusak. Sedangkan pada biji kopi &#13;
normal heatmap tersebar dan tidak menyorot bagian tertentu pada citra biji kopi.&#13;
Kata Kunci : Deteksi Biji Kopi, Deep Learning, Convolutional Neural Network, &#13;
EfficientNet-B7, ResNet-34, VGG-16.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>109506</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-03-17 17:32:24</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-03-20 09:42:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>