<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="109500">
 <titleInfo>
  <title>EFEKTIVITAS BIOLARVASIDA EKSTRAK DAUN KEMANGI (OCIMUMSANCTUM L.) DENGAN BIOETANOL KULIT NANAS TERHADAP LARVA NYAMUK CULEXSP.</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ULYA AMIRAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP Biologi</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ulya Amirah (2023). Efektivitas Biolarvasida Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum&#13;
sanctum L.) dengan Bioetanol Kulit Nanas terhadap Larva Nyamuk Culex sp.&#13;
Daun kemangi (O. sanctum L.) mengandung senyawa flavonoid, alkaloid dan&#13;
tanin yang merupakan senyawa-senyawa yang bersifat toksik terhadap larva sehingga&#13;
berpotensi sebagai biolarvasida alami. Kulit nanas merupakan salah satu limbah yang&#13;
dapat dimanfaatkan sebagai bioetanol untuk bahan pelarut organik karena bersifat&#13;
polar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun kemangi&#13;
(O. sanctum L) terhadap mortalitas larva Culex sp, nilai LC50 dan tingkah laku&#13;
bergerak larva nyamuk Culex sp. setelah terpapar ekstrak daun kemangi (O. sanctum&#13;
L.) sebelum kematian. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan&#13;
Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan yang&#13;
diberikan adalah air (P0) sebagai kontrol negatif, konsentrasi ekstrak daun kemangi&#13;
1000 ppm (P1), 1500 ppm (P2), 2000 ppm (P3), 2500 ppm (P4) dan abate 100 ppm&#13;
(P5) sebagai kontrol positif. Parameter yang diamati adalah mortalitas larva nyamuk&#13;
Culex sp,, nilai LC50 dan tingkah laku bergerak larva nyamuk Culex sp. setelah&#13;
terpapar ekstrak daun kemangi. Data dianalisis menggunakan ANAVA dan analisis&#13;
regresi probit. Hasil penelitian menunjukkan mortalitas larva nyamuk Culex sp. yang&#13;
tertinggi terdapat pada konsentrasi 2500 ppm (P4) dengan persentase mortalitas 80%.&#13;
Hasil ANAVA terhadap mortalitas selama 24 jam menunjukkan bahwa Fhitung &gt; Ftabel&#13;
= 158,61 &gt; 4,25 pada taraf uji α = 0,01. Hasil Analisis regresi probit (LC50) kematian&#13;
larva nyamuk Culex sp. adalah 1116,72 ppm. Hasil ANAVA terhadap tingkah laku&#13;
bergerak larva menunjukkan Fhitung &gt; Ftabel = 43,71 &gt; 4,25 pada taraf uji α = 0,01.&#13;
Pemberian ekstrak daun kemangi berpengaruh terhadap mortalitas dan tingkah laku&#13;
bergerak larva nyamuk Culex sp. Simpulan dari penelitian ini adalah ekstrak daun&#13;
kemangi (O. sanctum L.) belum efektif sebagai biolarvasida terhadap mortalitas larva&#13;
nyamuk Culex sp. dan larva nyamuk Culex sp. mengalami perubahan tingkah laku&#13;
bergerak setelah terpapar ekstrak daun kemangi (O. sanctum L.).&#13;
Kata Kunci: Biolarvasida, Ocimum sanctum L, Culex sp.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>109500</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-03-17 16:38:28</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-03-20 09:32:34</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>