<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="109491">
 <titleInfo>
  <title>MAKNA SIMBOLIK PAKAIAN ADAT PENGANTIN MASYARAKAT ACEH SINGKIL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ismi Raudhatul Jannah Lubis</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP PKK</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ismi Raudhatul Jannah Lubis (2023). “Makna Simbolik Pakaian Pengantin Masyarakat Aceh Singkil”.&#13;
Kabupaten Aceh Singkil termasuk wilayah Aceh, tetapi jika dilihat dari sudut budaya ternyata busana Aceh Singkil sangat mirip dengan Melayu Deli dan Langkat yang sama- sama menjunjung tinggi nilai agama Islam. Melihat kenyataan tersebut, apakah simbol pada baju adat Aceh Singkil memiliki makna budaya Aceh atau luar Aceh, sehingga perlu dikaji bagaimana makna simbolik busana pengantin masyarakat Aceh Singkil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah perkembangan dan mengetahui makna simbolik pakaian adat pengantin Aceh Singkil. Jenis penelitian desktiptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan/ verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah busana pengantin Aceh Singkil dahulunya berasal dari suku Melayu yang disebut dengan pesisir dan telah bergabung dengan suku Singkil yang ada di Kota Subulussalam. Pada zaman dulu banyak pendatang dari Minangkabau, Jawa, Barus dan dari Sibolga datang ke Singkil dan menikah dengan masyarakat Singkil sehingga pada proses perkawinannya banyak adat yang dibawa oleh pendatang sehingga tata cara adat dan busana Aceh Singkil berbaur antara budaya pendatang, pesisir dan budaya asli masyarakat Singkil. Bentuk busana bagian atas pengantin wanita, dahulunya hanya menutupi sampai bagian di atas dada saja seperti kemben. Berbeda dengan sekarang, karena berdasarkan pemahaman terhadap hukum agama Islam dan penerapan syari’at Islam, maka busana bagian atasu pengantin wanita sudah berbentuk baju kurung yang berlengan panjang dan panjangnya sampai ke lutut. Makna simbolik yang terkandung secara keseluruhan busana pengantin masyarakat Aceh Singkil tidak terlepas dari perpaduan atau keterkaitan budaya dengan unsur syariat Islam, yang mana didalamnya terdapat nilai akidah, nilai akhlak dan nilai ibadah serta tentang kehidupan sehari- hari yang semuanya saling melengkapi satu sama lainnya. Aspek simbolis pada pakaian adat perkawinan Aceh Singkil memiliki makna yang cukup kaya dan mendalam, serta memberikan banyak pelajaran yang di terapkan pada masyarakat.&#13;
Kata kunci: Makna Simbolik, Pakaian Adat, Aceh Singkil</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>109491</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-03-17 16:06:21</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-03-17 16:11:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>