<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="109482">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN  PENGGUNAAN SUMBER   AIR  MINUM  DENGAN KELUHAN  DIARE  PADA  MASYARAKAT DI DESA NEUHEUN   KECAMATAN MESJID  RAYA  ACEH  BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Farah Dina Firmandez</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kecamatan   Mesjid  Raya, Aceh  Besar  merupakan  wilayah  yang  terkena  tsunami tahun 2004  dimana  masyarakatnya   masih  menggunakan   air sumur  untuk kegiatan sehari-hari  mereka.  Penggunaan   air sumur  ini kadang  digunakan  sebagai  sumber air  minum.   Penelitian   ini  bertujuan   untuk  mengeksplorasi    keluhan   diare  pada masyarakat   sehubungan   dengan  penggunaan   sumber  air  minum  dengan  kualitas yang  menurun.   Sampel  penelitian   ini sebanyak   105 masyarakat   desa  Neuheun. Pengumpulan    data   dilakukan   dengan   menggunakan    kuesioner.    Analisis   data dilakukan   secara  univariat  dan  bivariat  dengan  menggunakan   uji  Fishers. Hasil penelitian   menunjukkan   bahwa   1 (8,6%)  dari  9  responden   (91,4%)  mengalami keluhan   diare   yang  menggunakan    sumber   air  minum   berasal   dari  air  sumur. Didapatkan   65 responden  (61,9%)  dalam  keadaan  baik dan  sekitar  40 responden (37,1 %) untuk penggunaan  air sumur yang kurang  baik. Sebagian  besar responden tidak  memiliki  keluhan  kesehatan.  Penelitian  ini menunjukkan  hasil uji Fishers (p = 0,381)   disimpulkan   bahwa  tidak  ada  bubungan  antara  penggunaan   sumber  air  minum  dengan  keluhan  diare pada masyarakat,  namun  diperlukan  penyebarluasan informasi  di tengah  masyarakat  tentang  cara-cara memelihara  sanitasi  dan kualitas air sumur untuk memanfaatkannya   sebagai  air minum.&#13;
&#13;
&#13;
Kata kunci    :   Air Minum,  Air Sumur,  Keluhan  Diare.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>109482</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-03-17 15:35:45</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-03-17 15:35:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>