<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="109478">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PROBABILISTIK KERAPUHAN BANGUNAN AKIBAT KETERPAPARAN TSUNAMI  DI KOTA MEULABOH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Zakia Izzati Hanan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tsunami adalah salah satu bencana alam yang destruktif yang dihasilkan dari gempa bumi yang cukup besar. Karena pergerakan lempeng bumi, energi akibat pergerakan tersebut terakumulasi dan dapat menyebabkan gempa bumi yang cukup besar untuk menyebabkan tsunami, maka perlu dilakukan mitigasi bencana salah satunya dengan pemetaan potensi kerusakan akibat tsunami. Tujuan dari penelitian ini ialah memetakan ketinggian tsunami yang terjadi pada periode ulang 250, 500 dan 1000 tahun lalu mendapatkan nilai potensi kerusakan yang terjadi pada bangunan akibat tsunami, pada periode ulang 250, 500 dan 1000 tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Probabilistic Tsunami hazard Assesment (PTHA) digunakan untuk memperkirakan ketinggian tsunami periode ulang 250, 500, dan 1000 tahun. Tsunami fragility function digunakan untuk memperhitungkan probabilistik potensi kerusakan yang terjadi pada bangunan akibat genangan tsunami. Genangan tsunami pada periode 250 tahun, diperoleh sekitar 76 bangunan yang tidak mengalami kerusakan (DS0), 141 bangunan berpotensi mengalami rusak ringan (DS1), 2.131 bangunan berpotensi mengalami kerusakan sedang (DS2), 8.083 bangunan dengan potensi kerusakan berat (DS3) dan 423 bangunan berpotensi mengalami kerusakan total/hanyut (DS4). Probabilitas kerusakan bangunan pada genangan tsunami tahun 500 tahun mengalami peningkatan dibandingkan dengan tsunami periode 250 tahun, dimana 143 bangunan tidak mengalami kerusakan (DS0), 111 bangunan mengalami kerusakan ringan (DS1), 882 bangunan mengalami kerusakan sedang (DS2), 9.466 bangunan mengalami kerusakan berat (DS3), dan 720 bangunan menngalami kerusakan total/hanyut (DS4). Tsunami yang terjadi pada periode ulang 1000 tahun berupa 1.739 bangunan tidak terdampak tsunami, 43 bangunan tidak mengalami kerusakan (DS0), 12 bangunan mengalami rusak ringan (DS1), 1.112 bangunan memiliki potensi kerusakan sedang (DS2), 3.668 bangunan dengan potensi kerusakan berat (DS3) dan 7.025 bangunan memiliki potensi kerusakan total/hanyut (DS4).</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>109478</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-03-17 15:11:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-03-17 15:23:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>