ANALISIS PROBABILISTIK KERAPUHAN BANGUNAN AKIBAT KETERPAPARAN TSUNAMI DI KOTA MEULABOH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS PROBABILISTIK KERAPUHAN BANGUNAN AKIBAT KETERPAPARAN TSUNAMI DI KOTA MEULABOH


Pengarang

Zakia Izzati Hanan - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Syamsidik - 197502251999031001 - Dosen Pembimbing I
Muhammad Fauzi - 197006271999031005 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1804101010116

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2023

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Tsunami adalah salah satu bencana alam yang destruktif yang dihasilkan dari gempa bumi yang cukup besar. Karena pergerakan lempeng bumi, energi akibat pergerakan tersebut terakumulasi dan dapat menyebabkan gempa bumi yang cukup besar untuk menyebabkan tsunami, maka perlu dilakukan mitigasi bencana salah satunya dengan pemetaan potensi kerusakan akibat tsunami. Tujuan dari penelitian ini ialah memetakan ketinggian tsunami yang terjadi pada periode ulang 250, 500 dan 1000 tahun lalu mendapatkan nilai potensi kerusakan yang terjadi pada bangunan akibat tsunami, pada periode ulang 250, 500 dan 1000 tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Probabilistic Tsunami hazard Assesment (PTHA) digunakan untuk memperkirakan ketinggian tsunami periode ulang 250, 500, dan 1000 tahun. Tsunami fragility function digunakan untuk memperhitungkan probabilistik potensi kerusakan yang terjadi pada bangunan akibat genangan tsunami. Genangan tsunami pada periode 250 tahun, diperoleh sekitar 76 bangunan yang tidak mengalami kerusakan (DS0), 141 bangunan berpotensi mengalami rusak ringan (DS1), 2.131 bangunan berpotensi mengalami kerusakan sedang (DS2), 8.083 bangunan dengan potensi kerusakan berat (DS3) dan 423 bangunan berpotensi mengalami kerusakan total/hanyut (DS4). Probabilitas kerusakan bangunan pada genangan tsunami tahun 500 tahun mengalami peningkatan dibandingkan dengan tsunami periode 250 tahun, dimana 143 bangunan tidak mengalami kerusakan (DS0), 111 bangunan mengalami kerusakan ringan (DS1), 882 bangunan mengalami kerusakan sedang (DS2), 9.466 bangunan mengalami kerusakan berat (DS3), dan 720 bangunan menngalami kerusakan total/hanyut (DS4). Tsunami yang terjadi pada periode ulang 1000 tahun berupa 1.739 bangunan tidak terdampak tsunami, 43 bangunan tidak mengalami kerusakan (DS0), 12 bangunan mengalami rusak ringan (DS1), 1.112 bangunan memiliki potensi kerusakan sedang (DS2), 3.668 bangunan dengan potensi kerusakan berat (DS3) dan 7.025 bangunan memiliki potensi kerusakan total/hanyut (DS4).

Tsunami is one of the destructive natural disasters resulting from quite large earthquakes. And due to the movement of the earth's plates, the energy due to this movement accumulates and can cause earthquakes that are large enough to cause a tsunami. The purpose of this research is to map the height of the tsunami that occurred in the return period of 250, 500 and 1000 years ago to obtain the value of the potential damage that occurred to buildings due to the tsunami, in the return period of 250, 500 and 1000 years. Probabilistic Tsunami hazard Assessment (PTHA) is used to estimate the height of the tsunami with return periods of 250, 500 and 1000 years. The tsunami fragility function is used to calculate the probabilistic potential for damage to buildings due to tsunami inundation. During the tsunami inundation over a period of 250 years, around 76 buildings were found that were not damaged (DS0), 141 buildings had the potential to experience minor damage (DS1), 2,131 buildings had the potential to experience moderate damage (DS2), 8,083 buildings with the potential for heavy damage (DS3) and 423 the building has the potential to experience total damage / drift (DS4). The probability of damage to buildings in the 500 year tsunami inundation has increased compared to the 250 year period tsunami, where 143 buildings were not damaged (DS0), 111 buildings were lightly damaged (DS1), 882 buildings were moderately damaged (DS2), 9,466 buildings were damaged. heavy (DS3), and 720 buildings were totally damaged/washed away (DS4).

Citation



    SERVICES DESK