<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="109446">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PCA MORFIN DENGAN PCA MORFIN-DEXMEDETOMIDINE SEBAGAI MODALITAS ANALGETIK PADA PASIEN PASKA OPERASI LOWER LIMB ARTHROPLASTY DI RUMAH SAKIT UMUM DR ZAINOEL ABIDIN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mahyal Habibi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Pendahuluan: Lower limb arthroplasty merupakan operasi orthopaedi dengan nyeri moderate paska operasi. Berbagai kombinasi adjuvant analgesia yang dikombinasikan dengan opioid pada Patient Controlled Analgesia (PCA) bertujuan untuk mengurangi efek samping dari opioid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas dari adjuvant dexmedetomidine dalam PCA morfin. Metodologi Penelitian: Kami memilih sebanyak 42 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi yang dijadwalkan operasi lower limb arthoplasty. Pasien dibagi menjadi dua kelompok: PCA dengan menggunakan morfin 1 mg/2ml kombinasi dexmedetomidne 5 mcg/2ml diberikan pada kelompok D (Morfin-dexmedetomidine) dan PCA morfin 1 mg/2ml diberikan pada kelompok M (morfin), dimana PCA diatur untuk memberikan 2 ml setiap kebutuhan dengan interval lockout 10 menit tanpa background infusion. Numeric Rating Scale (NRS), total penggunaan opioid, dan efek samping. Hasil penelitian: Skor nyeri NRS tidak bermakna secara signifikan pada kelompok dexmedetomidine dengan hasil statistik dimana NRS pada saat pasien menggerakkan kaki pada 6 jam paska operasi pada kelompok M dengan median 1 dan minimum-maximum (1-3), untuk kelompok  D 1 (1-2) , pada jam ke 12 kelompok M dengan 3 (2-4) dan kelompok D 3 (2-3), pada jam ke 18 kelompok M 3 (2-3) dan kelompok D 3 (2-3), dan jam ke 24 kelompok M 2 (1-2) dan kelompok D 2 (1-2) dengan P &gt;0,05. Kedua kelompok sama-sama tidak menggunakan opioid pada 6 jam paska operasi, pada jam ke 12 kelompok M menggunakan morfin dengan median 2 (1-3) dan kelompok D 1 (1-2) dengan P Value &gt;0,05, jam ke 18 kelompok M 1 (1-2) dan D 1 (1-2) dengan P Value</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ANALGESICS - PHARMACOKINETICS</topic>
 </subject>
 <classification>615.783</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>109446</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-03-17 10:18:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-05-23 15:16:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>