Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KAJI EKSPERIMENTAL VARIASI TEMPERATUR UNTUK PENGERINGAN IKAN MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR GAS
Pengarang
MUSLIM AMIN - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Ahmad Syuhada - 196108201987031002 - Dosen Pembimbing I
Ratna Sary - 197811082006042002 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
1504102010068
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Mesin (S1) / PDDIKTI : 21201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2023
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Cabinet Dryer adalah pengering dengan pembuatan sistem rak (cabinet) bertingkat menggunakan sumber panas dari api gas LPG yang dilengkapi dengan sudu sebagai penyebar panas serta katup pengaturan suhu yang dilengkapi dengan thermocouple untuk menjaga suhu tidak berubah.Pengeringan merupakan suatu metode untuk mengeluarkan atau menghilangkan sebagian kadar air dari suatu bahan dengan menggunakan energi panas sehingga tingkat kadar air kesetimbangan dengan kondisi udara normal. Ikan kurisi merupakan salah satu ikan demersal yang memiliki nilai ekonomis dalam perikanan Indonesia. Kandungan protein ikan kurisi cukup tinggi yaitu sebesar 16,85%. Tidak hamya timggi akan protein, ikan kurisi juga memiliki keunggulan lain yaitu rendah akan lemak. Komposisi kimia dari ikan kurisi yaitu, kadar air sebesar 79,55%, kadarabu sebesar 0,97%, kadar protein sebesar 16,85% dan kadar lemak sebesar 2,2%. Dari pengeringan yang pernah dilakukan bahwa pengeringan pengaturan temperatur bertujuan agar kadar air yang terdapat pada ikan tidak langsung turun secara cepat yang dapat terjadinya kerusakan pada bahan yang di keringkan.Berdasarkan penelitian yang di lakukan pengeringan paling efisien adalah menggunakan variasi temperature 60C dengan waktu 12 jam dengan kadar air akhir yang di dapatkan adalah 22%. Sedangkan variasi temperature 40C memakan waktu 17 jam dengan kadar air akhir adalah 22,15% dan variasi temperatue 50C memakan waktu 22 jam dengan kadar air akhir adalah 22,25%.
Cabinet Dryer is a dryer by making a multilevel cabinet system using a heat source from an LPG gas fire which is equipped with a blade as a heat spreader and a temperature control valve equipped with a thermocouple to keep the temperature unchanged. Drying is a method to remove or remove some of the water from a material by using heat energy so that the water content level is in equilibrium with normal air conditions. Kurisi fish is a demersal fish that has economic value in Indonesian fisheries. The protein content of kurisi fish is quite high, namely 16.85%. Not only is it high in protein, kurisi fish also has another advantage, which is low in fat. The chemical composition of kurisi fish is 79.55% water content, 0.97% ash content, 16.85% protein content and 2.2% fat content. From the drying that has been done, the drying temperature setting is intended so that the water content in the fish does not immediately drop quickly which can cause damage to the material being dried. The final moisture content obtained is 22%. While the temperature variation of 40C takes 17 hours with a final moisture content of 22.15% and a temperature variation of 50C takes 22 hours with a final moisture content of 22.25%.
KAJI SISTEM PENGERINGAN IKAN KEUMAMAH MENGGUNAKAN OVEN PEMANGGANG (HADI MUKAMMIL, 2021)
ANALISA KELAYAKAN PENGERING IKAN KEUMAMAH DENGAN MENGGUNAKAN ENERGI PANASRNDARI BAHAN BAKAR (Roni Fahlefi, 2024)
KAJI KARAKTERISTIK PERPINDAHAN PANAS DENGAN LALUAN TERHAMBAT PADA ALAT PENGERING (Faisal Amir, 2024)
KAJI EKSPERIMENTAL PENGARUH PERBANDINGAN OKSIGEN-BAHAN BAKAR TERHADAP KARAKTERISTIK PEMBAKARAN BERBAHAN BAKAR LPG (LIQUIFIED PETROLEUM GAS) (MAIMUN, 2016)
KAJIAN SISTEM PENGERINGAN IKAN DENGAN METODE HYBRID (ENERGI SURYA DAN ENERGI BAHAN BAKAR GAS) (Muhammad Hatta, 2018)