<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="109419">
 <titleInfo>
  <title>A PRAGMATIC ANALYSIS OF VERBAL OFFERS USED BY CLOTHES SELLERS IN PASAR ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Cut Nurul Azmar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas FKIP</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Salah satu topik dalam pragmatik yang menarik untuk dianalisis adalah penawaran verbal (Verbal Offers). Hal ini sejalan dengan fakta bahwa ambiguitas dan makna tersirat dari setiap ujaran terjadi dalam setiap bahasa dan setiap komunikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis penawaran verbal yang ditemukan dalam bahasa yang digunakan oleh penjual pakaian di Pasar Aceh dan makna kontekstualnya. Dalam melakukan penelitian, metode kualitatif digunakan. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan penjual pakaian. Delapan penjual pakaian diobservasi dan empat di antaranya diwawancarai. Hasil analisis data menunjukkan bahwa tujuh jenis penawaran verbal digunakan: (1) mengundang pelanggan untuk datang dengan sopan, (2) menggunakan menggunakan panggilan dalam keluarga, (3) menyebutkan jenis pakaian, (4) menyebutkan asal pakaian, (5) menyebutkan harga pakaian, (6) menawarkan pakaian dengan warna tertentu, dan (7) menebak kebutuhan dan preferensi dari pembeli. Makna kontekstual dari penawaran verbal juga dibahas dengan menggunakan Prinsip Gricean, yang meliputi maksim kualitas, maksim kuantitas, maksim relevansi, dan maksim tata krama. Meski demikian, sebagian penjual tetap patuh dan terkadang juga melanggar prinsip tersebut. Kesimpulannya, maksim tidak bisa dijadikan aturan mutlak yang harus dipatuhi oleh setiap penjual agar interaksi verbal dengan pembeli berjalan lancar.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>109419</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-03-16 15:47:22</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-03-16 15:50:31</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>