ANALISIS KEJADIAN HUJAN EKSTREM BERDASARKAN INDEKS STABILITAS ATMOSFER DI WILAYAH ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS KEJADIAN HUJAN EKSTREM BERDASARKAN INDEKS STABILITAS ATMOSFER DI WILAYAH ACEH BESAR


Pengarang

ANISAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Saumi Syahreza - 197609172005011002 - Dosen Pembimbing I
Nazli - 197104212000031002 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1708102010034

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Fisika (S1) / PDDIKTI : 45201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas MIPA Fisika., 2023

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Curah hujan tinggi berasal dari awan-awan konvektif akibat ketidakstabilan atmosfer yang mengakibatkan terjadinya hujan esktrem. Aceh besar merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Aceh yang relatif sering mengalami kejadian hujan yang sangat deras atau ekstrem, sehingga memicu terjadinya banjir pada beberapa kecamatan di wilayah Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan untuk untuk memprediksi dan memverifikasi kejadian hujan ekstrem berdasarkan indeks stabilitas atmosfer. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data indeks stabilitas atmosfer (k-indeks, SWEAT indeks, dan lifted indeks), serta data curah hujan dengan intensitas lebih dari 100 mm/hari berdasarkan pengamatan dari 5 (lima) pos hujan wilayah Aceh Besar. Data-data tersebut diperoleh dari Stasiun Meteorologi Kelas II Blang Bintang, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Dalam penelitian ini, metode prediksi dikotomi digunakan untuk meprediksi kejadian curah hujan ekstrem berdasarkan indeks stabilitas atmosfer. Metode dikotomi merupakan metode prediksi yang membagi dua kemungkinan ada atau tidaknya kejadian hujan ekstrem. Keakuratan prediksi dikotomi dihitung berdasarkan False Alarm Ratio (FAR) dan Probability of Detection (POD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa K indeks dan SWEAT indeks menunjukkan persentase tertinggi dalam memprediksi kejadian hujan ekstrem, yaitu sebesar 91% dan 71%, sedangkan Lifted Indeks menunjukkan persentase rendah dalam memprediksi kejadian hujan ekstrem, yaitu 60%. Persentase tersebut menunjukkan kondisi atmosfer dalam keadaan tidak stabil saat terjadinya hujan ekstrem. Berdasarkan metode dikotomi tersebut dapat disimpulkan bahwa, indeks stabilitas atmosfer dapat digunakan untuk memprediksi kejadian hujan ekstrem wilayah Aceh Besar.
Kata kunci: Hujan ekstrem, Indeks stabilitas atmosfer, dan Metode dikotomi.

High rainfall comes from convective clouds due to atmospheric instability which results in extreme rain. Aceh Besar is one of the regencies in Aceh Province that experiences very heavy or extreme rain events, which triggers flooding in several sub-districts in the Aceh Besar region. This study aims to predict and verify extreme rainfall events based on the atmospheric stability index. The data used in this study are atmospheric stability index data (k-index, SWEAT index, and lifted index), as well as rainfall data with an intensity of more than 100 mm/day based on observations from 5 (five) rain posts in the Aceh Besar area. These data were obtained from the Blang Bintang Class II Meteorological Station, the Meteorology, Climatology and Geophysics Agency (BMKG). In this study, the dichotomous prediction method was used to predict extreme rainfall events based on the atmospheric stability index. The dichotomous method is a prediction method that divides the two possible extreme rain events. The accuracy of the dichotomous prediction is calculated based on the False Alarm Ratio (FAR) and the Probability of Detection (POD). The results showed that the K index and SWEAT index showed the highest percentage in predicting extreme rain events, namely 91% and 71%, while the Lifted Index showed a low percentage in predicting extreme rain events, namely 60%. This percentage indicates that the atmosphere is unstable when extreme rain occurs. Based on the dichotomous method, it can be concluded that the atmospheric stability index can be used to predict extreme rain events in the Aceh Besar area. Keywords: Extreme rain, Atmospheric stability index, Dichotomous method.

Citation



    SERVICES DESK