Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
EFEK ANTIBAKTERI CURCUMIN DANPROTOCATECHUIC ACID TERHADAP KLEBSIELLA PNEUMONIAE EXTENDED SPECTRUMRNBETA LACTAMASE YANG DIISOLASI DARI SPUTUM PENDERITA BATUK KRONIS
Pengarang
Agus Prima - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0707101010127
Fakultas & Prodi
Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2011
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Curcumin dan protocatechuic acid merupakan senyawa polyphenolic yang memiliki mekanisme kerja yang sama dengan antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan isolasi dan identifikasi bakteri Klebsiella pneumoniae- ESBL dan sputum penderita batuk kronis dan mengetahui efek antibakteri curcumin dan protocatechuic acid terhadap Klebsiella pnewnoniae-ESBL. Jenis penelitian ini adalah eksperirnental laboratorium yang dirancang dengan menggunakan rancangan acak lengkap dengan 2 jenis bahan alami sebagai perlakuan, yaitu curcumin dan protocatechuic acid. Uji antimikroba dilakukan dengan metode difusi cakram. Parameter yang diamati adalah luas zona hambat yang terbentuk pada media. Data dianalisa dengan ANA VA dan dilanjutkan dengan BNI dan uji Dunner. Hasil isolasi bakteri dan 100 spesimen penderita batuk kronis dapat diidentifikasi 9 spesies bakteri dengan Klebsiella pneumoniae sebagai bakteri terbanyak yaitu sebesar 11 isolat (27,5%) dan 3 isolat (2.5%) diantaranya adalah Klebsiella pneumoniae-ESBL. Hasil penelitian curcumin dan protocatechuic acid menunjukkan bahwa curcumin dengan konsentrasi 25%,50% dan 75% masing-masing menghasilkan zona hambat dengan diameter rata-rata 6 mm, 6 mm dan 6 mm, sedangkan protocatechuic acid dengan konsentrasi yang sama masing-masing menghasilkan zona hambat dengan diameter rata-rata 20,6 mm, 16 mm dan 15,2 mm. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa curcumin pada konserurasi 25%, 50% dan 75% tidak memiliki perbedaan yang nyata dalam menghambat pertumbuhan Klebsiella pneumoniae-ESBL, sedangkan protocatechuic acid pada konsentrasi 25%, 50% dan 75% menunjukkan perbedaan yang nyata, Hal ini memperlihatkan bahwa curcumin tidak memiliki aktivitas antibakteri, sedangkan protocatechuic acid memiliki aktivitas antibakteri terhadap Klebsiella pneumoniae-ESBL dan protocatechuic acid konsentrasi 75% setara dengan 6,36 ug meropenems.
Kata kunci : Curcumin, Protocatechuic acid, Klebsiella pneumoniae, Extended
Spectrum Beta Lactarnase
Tidak Tersedia Deskripsi
POLA KUMAN DAN SENSITIVITAS BAKTERI YANG DIISOLASI DARI SPUTUM PENDERITA BATUK KRONIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR.ZAINOEL ABIDIN (Azwar Iwan Tona, 2022)
IDENTIFIKASI BAKTERI DALAM SPUTUM PENDERITA BATUK KRONIS (Eka safridayanti, 2022)
DISTRIBUSI GEN BLACTX-M-1 PADA KLEBSIELLA PNEUMONIAE RESISTEN CEFOTAXIME DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (RIFQA FADHILA RAHADY, 2019)
PERBANDINGAN POLA KEPEKAAN ANTIBIOTIK PADA KLEBSIELLA PNEUMONIAE PENGHASIL EXTENDED SPECTRUM BETA LACTAMASE (ESBL) DAN NON-ESBL DARI SPESIMEN SPUTUM DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN (FIRA ANDINI, 2024)
UJI DA YA AN TIBAK TERJ EKSTRAK ETANOL HERBA MENIRAN (PHYLLANTHUS NIRURI L.) TERHADAP STAPHYLOCOCCUS AUREUS YANG DIISOLASI DARI SPUTUMRNPENDERITA BATUK KRONIS (Imaduddin Akmal, 2023)