<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="109363">
 <titleInfo>
  <title>POTENSI BUAH PUNTI (DIPLOKNEMA OLIGOMERA H.J. LAM) SEBAGAI ANTIDIABETES</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Siti Faizah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Magister Biologi</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit degeneratif yang menyebabkan kematian terbanyak di dunia. Data dari IDF tahun 2019 melaporkan bahwa penderita DM di Indonesia sebesar 10,7 juta dan pada tahun 2021 meningkat sebesar 19,5 juta jiwa. Salah satu penyebab tingginya penderita DM dikarenakan pola makan yang tidak teratur. Selama ini, penanganan DM telah dilakukan dengan obat kimia. Obat kimia diketahui memiliki efek samping. Oleh karena itu, perlu solusi alternatif untuk penanganan DM tanpa merasakan efek samping dengan menggunakan bahan alami dari tumbuhan. Tumbuhan punti (Diploknema oligomera H.J. Lam) mengandung senyawa metabolit sekunder yang diduga berpotensi sebagai antidiabetes. Kajian secara ilmiah terhadap buah punti belum pernah dilakukan dalam penanganan DM sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi buah punti sebagai antidiabetes. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen secara in vivo dan in vitro dengan rancangan acak lengkap 6 perlakuan dan 4 ulangan. Pengujian in vivo menggunakan mencit jantan balb/C sebanyak 24 ekor yang dikelompokkan menjadi 6 perlakuan yaitu kontrol normal (aquadest), kontrol negatif (aloksan 150 mg/kg bb), kontrol positif (glibenklamid 0,65 mg/kg bb),  P1 (ekstrak etanol buah punti 250 mg/kg bb), P2 (ekstrak etanol buah punti 500 mg/kg bb) dan P3 (ekstrak etanol buah punti 1000 mg/kg bb), sedangkan pengujian in vitro dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Perlakuan dari uji in vitro meliputi kontrol normal (DMSO) dan ekstrak etanol buah punti  (2%, 1%, 0,5%, 0,25%, 0,125%). Hasil dari uji in vivo membuktikan bahwa ekstrak etanol buah punti dosis 1000 mg/kg bb merupakan dosis yang paling efektif menurunkan kadar glukosa darah, meningkatkan jumlah sel β pankreas, meningkatkan ukuran diameter dan luas pulau langerhans mencit diabetik. Hasil dari uji in vitro menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah punti mampu menghambat enzim α-glukosidase dengan nilai IC50 sebesar 3,16 ppm. Oleh karena itu, buah punti dapat dijadikan kandidat obat untuk penanganan penyembuhan diabetes melitus.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>109363</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-03-16 11:06:35</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-03-16 11:21:19</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>