<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="109316">
 <titleInfo>
  <title>KEMAMPUAN BERPIKIR REFRAKTIF SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NINDIAH ANDARAKA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP Matematika</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Berpikir refraktif merupakan bagian dari berpikir tingkat tinggi dengan sasaran untuk mencapai kemampuan berpikir refraktif harus melalui proses berpikir reflektif dan berpikir kritis sehingga mendapat pengetahuan baru. Untuk melatih kemampuan berpikir refraktif siswa, salah satunya adalah dengan memberikan soal matematika berbasis masalah. Masalah matematika merupakan soal yang menunjukkan adanya tantangan dan untuk menyelesaikannya memerlukan perencanaan dan pemahaman konsep. Penelitian ini dilatarbelakangi pentingnya kemampuan berpikir refraktif siswa dalam menyelesaikan masalah matematika. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan berpikir refraktif siswa dalam menyelesaikan masalah matematika. Ditemukan masih banyak siswa yang kesulitan dalam menyelesaikan soal matematika yang berbasis masalah. Hal ini dikarenakan siswa tidak terbiasa dalam menyelesaikan masalah matematika. Oleh karena itu, sebaiknya siswa sering diberikan soal berbentuk masalah agar dapat melatih kemampuan berpikirnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 34 siswa yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini menggunakan soal tes kemampuan berpikir refraktif yaitu soal berbentuk masalah dengan tipe soal terbuka. Data selanjutnya dikumpulkan dengan teknik wawancara. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa siswa mampu menerapkan kemampuan berpikir refraktif dalam menyelesaikan masalah matematika.&#13;
Kata kunci: Berpikir refraktif, masalah matematika&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>109316</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-03-15 20:29:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-03-16 09:29:21</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>