KARAKTERISTIK FUNGSI PARU PEKERJA INDUSTRI PERABOT KAYU DI DESA TUNGKOB, KECAMATAN DARUSSALAM, ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KARAKTERISTIK FUNGSI PARU PEKERJA INDUSTRI PERABOT KAYU DI DESA TUNGKOB, KECAMATAN DARUSSALAM, ACEH BESAR


Pengarang

Andi karisma - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0607101050080

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2012

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Dampak negatif dari industri pengolahan kayu adalah timbulnya pencemaran udara oleh debu dari proses pengolaban atau hasil industri perabot kayu tersebut. Debu kayu dalam konsentrasi rendah bila dihisap oleh manusia terus menerus dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan kelainan pada fungsi paru yang berupa gangguan restriksi, obstruksi atupun campuran. Faktor selain faktor lama bekerja seperti usia dan kebiasaan merokok juga berpengaruh terhadap fungsi paru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik fungsi paru pada pekerja industri perabot kayu berdasarkan usia, lamanya masa kerja dan riwayat merokok dengan menggunakan alat spirometri. Jenis penelitian yang digunakan adalab penelitian deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional Study. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 24 Maret 2012 di tempat industri perabot kayu yang ada di Desa Tungkob, Kecamatan DarussaJam, Aceh Besar dengan teknik pengambilan sampel total sampling diman a sampel dari penelitian ini merupakan seluruh pekerja industri perabot kayu di Desa Tungkob, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar yang berjumlah 25 orang. Analis is data dilakukan secara univariat. Hasil penelitian berdasarkan kelompok usia, pekerja dengan usia 31-40 tahun lebih banyak yang mengalami gangguan fungsi paru yaitu sebanyak 83% responden, berdasarkan masa kerja, baik pekerja yang bekerja dengan masa kerja kurang dari 5 tahun dan lebih dari 5 tahun sama-sama memiliki proporsi gangguan fungsi paru yang sama yaitu masing-masing 80% dan berdasarkan riwayat kebiasaan merokok, proporsi gangguan fungsi paru lebih banyak pada responden dengan riwayat merokok yaitu sebanyak 75% responden. Kesimpulan dari penelitian ini adalah gangguan fungsi paru yang signifikan terjadi pada kelompok usia yang lebih tua dan pada pekerja yang mempunyai riwayat kebiasaan merokok.



Kata kunci : fungsi paru, pajanan debu kayu, spirometri.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK