<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="109259">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH EKSTRAK ETANOL PEGAGAN (CENTELA ASIATICA [L.]  URBAN) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN STAPHYLOCOCCUS AUREUS DAN KLEBSIELLA PNEUMONIAE PENYEBAB PNEUMONIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Noratul hafdhah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pegagan (Centela   astatica   (L.) Urban) mengandung senyawa alkaloid, flavonoid,  saponin, triterpenoid  dan tanin  yang memihiki  aktivitas  antibakteri. Staphylococcus aureus dan  lebsiella pneumoniae merupakan 2  spesies bakteri penyebab pneumonia.  Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol  pegagan dalam menghambat pertumbuhan   S. aureus dan K.   pneumoniae penyebab pneumonia. Jenis penelitian ini adalah ekspenimen laboratorium menggunakan  rancangan acak  lengkap (RAL).  Pengujian  daya hambat dilakukan dengan metode difusi cakram  Kirby Bauer.  Hasil  penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol  pegagan  pada konsentrasi  12,5%, 25%, 50%, dan 75% membentuk zona hambat pertumbuhan S.  aureus  dengan rata-rata berturut-turut sebesar 7,00&#13;
mm,  9,20 mm,   13,20  mm dan  14,50  mm sedangkan terhadap  pertumbuhan K.&#13;
pneumoniae  tidak   membentuk zona  hambat.   Hasil   ANAVA dan  uji   Duncan&#13;
(a-1%)   diketahui   bahwa   ekstrak  etanol   pegagan  pada  semua  konsentrasi pengujian menunjukkan perbedaan yang sangat nyata dalam    menghambat pertumbuhan S.  aureus dibandingkan kontrol  negatif, kontrol  positif dan antar sesama perlakuan.  Kemampuan ekstrak etanol pegagan dalam menghambat pertumbuhan S.  aureus  pada  konsentrasi  12,5%  dan 25% dikategorikan sebagai tidak ada daya hambat, sedangkan pada konsentrasi 50% dan  75% dikategorikan sebagai daya hambat Jemah.  Sernentara itu  kemampuan ekstrak etanol  pegagan dalam menghambat pertumbuhan K. pneumoniae  pada  semua konsentrasi pengujian  dikategorikan  sebagai  tidak  ada  daya  hambat.  Dapat  disimpulkan bahwa ekstrak etanol  pegagan  berpengaruh dalam menghambat pertumbuhan  S aureus namun tidak terhadap  pneumoniae.&#13;
&#13;
Kata kunci:  Centela asiatica, Staphylococcus aureus, Klebsiella pneumoniae.&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>109259</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-03-15 15:20:33</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-03-15 15:20:33</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>