<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="109219">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH TERPAAN INFORMASI FEMINISME TERHADAP KESADARAN KESETARAAN GENDER DI INDONESIA (SURVEI PADA PENGIKUT AKUN INSTAGRAM @MUBADALAH.ID)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ASRI MIRANDA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas FISIP</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Isu kesetaraan gender menjadi bahan diskusi yang ramai di ranah media sosial, khususnya Instagram. Feminisme merupakan ide yang lazim untuk dikaitkan dalam diskusi dan penyebaran informasi terkait kesetaraan gender. Mubadalah.id sebagai media yang mengusung konsep keadilan relasi gender berdasarkan nilai-nilai Islam, turut menyebarkan informasi-informasi feminisme di laman Instagram @mubadalah.id. Dengan jumlah pengikut 35,4 ribu (Per Maret 2022), @mubadalah.id secara aktif mengajak para pengikut tersebut untuk berdiskusi tentang keadilan relasi gender. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terpaan informasi feminisme di Instagram terhadap keasadaran kesetaraan gender di Indonesia. Landasan teori dalam penelitian ini adalah Teori Integrasi Informasi: Teori Nilai Ekspektasi (EVT) dengan pendekatan kuantitatif metode survei. Hasil analisis 280 data responden menggunakan program IBM SPSS 25 melalui Uji F menunjukkan bahwa nilai signifikansi Terpaan Informasi Feminisme (X) adalah 0,000 &lt; 0,05, sehingga secara simultan berpengaruh terhadap Kesadaran Kesetaraan Gender (Y). Kemudian, hasil Uji R Square menunjukkan nilai X 0,245 artinya berpengaruh sebesar 24,5% terhadap Y. Arah pengaruh yang positif menunjukkan bahwa semakin besar paparan informasi feminisme yang diterima, maka semakin tinggi kesadaran kesetaraan gender yang dimiliki. Media Instagram sebagai salah satu medium penyebaran informasi tersebut memiliki peran yang penting, sehingga diperlukan literasi media yang mumpuni bagi penyedia maupun pengikut informasi. Selain itu, peneliti menyarankan untuk membuat variasi konten di media sosial yang berbeda agar jangkauan audiens semakin luas.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Terpaan Informasi, Feminisme, Kesadaran Kesetaraan Gender, Teori Nilai Ekspektasi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>109219</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-03-15 11:57:38</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-03-15 14:31:50</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>