<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="109213">
 <titleInfo>
  <title>LAJU FILTRASI KERANG HIJAU (PERNA VIRIDIS) DALAM SISTEM BUDIDAYA POLIKULTUR UDANG WINDU (PENAEUS MONODON)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hafanie F. Qardhawiy</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan perikanan</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Budidaya udang dengan padat tebar yang tinggi dan pasokan pakan yang berlebih telah membawa limbah organik yang tinggi dan akumulasi bahan organik di sedimen dasar tambak seperti Nitrit (NO2), Nitrat (NO3), dan amonia (NH3). Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi limbah organik yang dihasilkan oleh udang ialah dengan menerapkan sistem budidaya polikultur menggunakan kerang hijau sebagai biofilter pada perairan . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis laju filtrasi dari kerang hijau dalam menurunkan kandungan bahan organik dari limbah yang dihasilkan pada budidaya udang windu serta melihat kebiasaan makan kerang hijau menggunakan metode Indeks of Preponderance. Biota uji yang digunakan  pada penelitian ini adalah udang windu post-larva 20 dengan kepadatan 60 ekor/m2  dengan panjang rata-rata1,2 cm dan kerang hijau  ukuran 3-4 cm. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Eksprimental. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri atas 4 perlakuan dengan 3 kali pengulangan, yaitu: A (tanpa diberi kerang hijau), B (kepadatan kerang hijau 20 ekor/m2), C (kepadatan kerang hijau 40 ekor/m2) dan D (kepadatan kerang hijau 60 ekor/m2). Hasil penelitian ini menunjukkan laju filtrasi kerang hijau terhadap limbah organik yang dihasilkan oleh udang windu melalui sistem budidaya polikultur yaitu sebesar 0,6-1,7 L/hari. Laju filtrasi perlakuan A tidak dapat dihitung karena tidak melibatkan kerang hijau, perlakuan B memiliki laju filtrasi sebesar 1,7 L/hari, perlakuan C sebesar 1,1 L/hari, dan perlakuan D sebesar 0,6 L/hari. Hasil perhitungan Index of Preponderance (IP%) terhadap isi lambung kerang hijau didapatkan bahwa ada 3 jenis makanan yang dimakan oleh kerang pada media budidaya, yakni plankton, detritus (sisa makanan yang hancur), dan serasah. Pada penelitian ini detritus memiliki persentasi tertinggi dengan nilai 70,75% dan dikategorikan sebagai makanan utama. Plankton dan serasah dikategorikan sebagai makanan pelengkap dengan nilai IP (%) yakni sebesar 15,09% dan 14,15%.&#13;
Kata kunci: laju filtrasi, bahan organik, kerang hijau, kebiasaan makan&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>109213</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-03-15 11:37:22</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-03-15 14:20:16</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>