<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="109197">
 <titleInfo>
  <title>PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP UDANG WINDU (PENAEUS MONODON) DALAM SISTEM POLIKULTUR KERANG HIJAU (PERNA VIRIDIS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Aldi Setiawan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan perikanan</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Udang windu (Penaeus monodon) adalah udang asli Indonesia yang harus tetap dikembangkan. Budidaya udang windu dapat dilakukan dengan menggunakan sistem monokultur, polikultur, dan sistem Integrated Multi-Trophic Aquaculture (IMTA). Polikultur merupakan metode budidaya dengan menempatkan beberapa spesies dalam satu wadah budidaya dengan kebiasaan makan berbeda. Sistem polikultur merupakan salah satu solusi untuk mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan budidaya karena sisa pakan dan hasil metabolisme berupa feses yang terdapat di dalam kolam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui performa laju pertumbuhan udang windu (Penaeus monodon) yang meliputi pertumbuhan berat atau bobot mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, laju pertumbuhan harian, serta kelangsungan hidup udang windu (Penaeus monodon)  pada sistem polikultur kerang hijau (Perna viridis). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni - Agustus 2022 di Desa Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh. Udang windu yang digunakan memiliki ukuran panjang 1 - 2 cm dengan padat tebar 60 ekor/wadah. Sedangkan kerang hijau (Perna viridis) sebagai biofilter untuk menjaga kualitas air. Kerang hijau yang digunakan adalah yang berukuran 3 – 4 cm. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 pengulangan, perlakuan A (padat tebar kerang hijau 0 ekor), perlakuan B (padat tebar kerang hijau 20 ekor), perlakuan C (padat tebar kerang hijau 40 ekor), dan perlakuan D (Padat tebar kerang hijau 60 ekor). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai tertinggi laju pertumbuhan udang windu terdapat pada perlakuan C (padat tebar kerang hijau 40 ekor) dengan nilai 28,672,7. Nilai kelangsungan hidup udang windu (Penaeus monodon) tertinggi pada perlakuan C (padat tebar kerang hijau 40 ekor) dengan nilai 73,3326,6%. Perlakuan padat tebar kerang hijau yang berbeda berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan udang windu (Penaeus monodon).&#13;
&#13;
Kata kunci : Pertumbuhan, kelangsungan hidup, udang windu, kerang hijau, polikultur&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>109197</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-03-14 23:59:22</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-03-15 09:10:58</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>