Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGGUNAAN SAPAAN KEKERABATAN DALAM WILAYAH KLUET ACEH SELATAN
Pengarang
ADRIYAN SYAH - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1806102010064
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1) / PDDIKTI : 88201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas KIP Pendidikan Bahasa Indonesia., 2023
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Syah, Adriyan. 2023. Penggunaan Sapaan Kekerabatan dalam Wilayah Kluet Aceh Selatan.
Penelitian ini bertujuan (1) Mendeskripsikan penggunaan sapaan kekerabatan dalam wilayah Kluet Aceh Selatan berdasarkan garis keturunan, (2) Mendeskripsikan penggunaan sapaan kekerabatan dalam wilayah Kluet Aceh Selatan berdasarkan hubungan perkawinan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah masyarakat dalam wilayah Kluet yaitu Desa Kampung Padang. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara tak berstruktur, rekam, dan catat. Hasil penelitian ini (1) Penggunaan sapaan kekerabatan dalam wilayah Kluet terdapat enam belas penggunaan sapaan kekerabatan yang digunakan dari pihak ayah yaitu tingkatan paling tinggi (Nini), kakek dari kakek (Munyang), ayah dari kakek (Ucuk), ayah dari ayah (Muan), ibu dari ayah (Endik), orang tua yang laki-laki (Apak, Apuk, Ayah), abang ayah (Uwak, Uwak Kampung Padang), adik pertama ayah laki-laki (Ngah), adik kedua ayah laki-laki (Alang), adik ketiga ayah laki-laki (Ameng), adik keempat ayah dan seterusnya laki-laki (Apun, Apun Melon, Apun Ketek), kakak atau adik pertama perempuan (Yuk, Yuk Wo, Yuk Kampung Padang), kakak atau adik kedua perempuan (Yukngah), kakak atau adik ketiga perempuan (Yuk Alang), kakak atau adik keempat perempuan (Yuk Ameng), kakak atau adik kelima dan seterusnya perempuan (Yuk Apun, Yuk Apun Melon, Yuk Apun Ketek). Enam belas penggunaan sapaan Kekerabatan dari pihak ibu yaitu tingkatan yang paling tinggi (Nini), nenek dari nenek (Munyang), ibu dari nenek (Ucuk), ayah dari ibu (Muan), ibu dari ibu (Endik), ibu (Emak, Mbuk), abang atau adik pertama laki-laki (Makndi, Andi, Andi Kampung Padang), abang atau adik kedua laki-laki (Makngah), abang atau adik ketiga laki-laki (Maklang), abang atau adik keempat laki laki (Makmeng), abang atau adik kelima laki-laki (Makpun, Makpun Melon, Makpun Ketek), kakak Ibu (Uwak), adik ibu pertama perempuan (Ngah), adik ibu kedua perempuan (Alang), adik ibu ketiga perempuan (Ameng), adik ibu keempat dan seterusnya perempuan (Apun, Apun Melon, Apun Ketek), serta sebelas penggunaan sapaan kekerabatan pada saudara laki-laki dan perempuan yaitu abang pertama (Daklon, Dakwo), abang kedua (Dakngah), abang ketiga (Daklang), abang keempat (Dakmeng), abang kelima dan seterusnya (Dakpun, Daktek), kakak pertama (Kakwo), kakak kedua (Kakngah), kakak ketiga (Kaklang), kakak keempat (Kakmeng), kakak kelima dan seterusnya (Kakpun, Kaktek), anak terakhir atau panggilan untuk ke bawah (Adek, Enggi, Panggil Nama) yang merupakan sapaan kekerabatan berdasarkan garis keturunan, (2) Berdasarkan hubungan perkawinan terdapat enam belas penggunaan sapaan kekerabatan dalam wilayah Kluet Aceh Selatan yaitu mertua laki-laki (Tuan, Apak, Mambru), mertua perempuan (Nukei, Mbuk, Mak, Yuk, Puhun), menantu laki-laki (Kelo, Panggil Nama), menantu perempuan (Permain, Panggil Nama), suami(laki), istri (Ukuman), abang ipar jika yang memanggilnya perempuan(Koli), abang/adik ipar jika yang memanggilnya laki-laki (Silih), kakak/adik ipar jika yang memanggilnya perempuan (Edo), kakak ipar jika yang memanggilnya laki-laki (Kabru), adik ipar jika yang memanggilnya laki-laki (Enggibru, Panggil Nama), suami dari kakak atau adik ayah perempuan (Mambru), istri dari abang/adik ibu laki-laki (Puhun), suami dari kakak/adik istri (Priban), suami dari adik/kakak suami (Dudo), istri dari adik/abang istri (Kako).
Kata Kunci: Penggunaan Sapaan, Hubungan Kekerabatan, Kluet.
This study aims to (1) describe the use of kinship greetings in the South Aceh Kluet region based on lineage, (2) describe the use of kinship greetings in the South Aceh Kluet region based on marital relations. The research method used is descriptive with a qualitative research type. The data source for this research is the community in the Kluet area, namely Kampung Padang Village. Data collection was carried out through observation techniques, unstructured interviews, recording and notes. The results of this study (1) The use of kinship greetings in the Kluet region there are sixteen kinship greetings used from the father's side, namely the highest level (Nini), grandfather from grandfather (Munyang), father from grandfather (Ucuk), father from father (Muan ), father's mother (Endik), male parents (Apak, Apuk, Ayah), father's older brother (Uwak, Uwak Kampung Padang), father's first brother (Ngah), father's second brother ( Alang), father's third younger brother (Ameng), father's fourth brother and so on male (Apun, Apun Melon, Apun Ketek), first sister or younger sister (Yuk, Yuk Wo, Yuk Kampung Padang), brother or sister the two girls (Yukngah), the third brother or sister (Yuk Alang), the fourth sister or sister (Yuk Ameng), the fifth brother or sister and so on the girls (Yuk Apun, Yuk Apun Melon, Yuk Apun Ketek). Sixteen use of kinship greetings from the mother's side, namely the highest level (Nini), grandmother from grandmother (Munyang), mother from grandmother (Ucuk), father from mother (Muan), mother from mother (Endik), mother (Emak, Mbuk ), first brother or younger brother (Makndi, Andi, Andi Kampung Padang), second brother or younger brother (Makngah), third brother or younger brother (Maklang), fourth brother or younger brother (Makmeng) , fifth brother or younger brother (Makpun, Makpun Melon, Makpun Ketek), mother's older brother (Uwak), first mother's younger sister (Ngah), second mother's younger sister (Alang), third mother's younger sister (Ameng), mother's younger sister fourth and so on women (Apun, Apun Melon, Apun Ketek), as well as eleven use of kinship greetings for brothers and sisters namely first brother (Daklon, Dakwo), second brother (Dakngah), third brother (Daklang), fourth brother ( Dakmeng), fifth brother and so on (Dakpun, Daktek), first brother (Kakwo), second brother (Kakngah), third brother (Kaklang), fourth brother pat (Kakmeng), fifth older brother and so on (Kakpun, Grandfather), last child or calls to go down (Adek, Enggi, Call Name) which are kinship greetings based on lineage, (2) Based on marital relations there are sixteen uses of kinship greetings in the South Aceh Kluet region, namely father-in-law (Tuan, Apak, Mambru), daughter-in-law (Nukei, Mbuk, Mak, Yuk, Puhun), son-in-law (Kelo, Call Nama), daughter-in-law (Game, Call Name ), husband (male), wife (Ukuman), brother-in-law if someone calls him a woman (Koli), brother/sister-in-law if he calls him a man (Silih), brother/sister-in-law if someone calls him a woman (Edo), brother-in-law if the caller is a man (Kabru), sister-in-law if the caller is a man (Enggibru, Call the Name), husband of the father's brother or sister (Mambru), wife of the mother's brother/sister (Puhun), husband from wife's brother/sister (Priban), husband from husband's brother/sister (Dudo), wife from sister/brother wife (Kako). Keywords: Use of Greetings, Kinship Relations, Kluet.
PENGGUNAAN SAPAAN KEKERABATAN DALAM WILAYAH KLUET ACEH SELATAN (ADRIYAN SYAH, 2023)
PENGGUNAAN SAPAAN KEKERABATAN DALAM BAHASA DEVAYAN DI KECAMATAN SIMEULUE CUT (Silviana Anjeli, 2024)
PENGGUNAAN SAPAAN KEKERABATAN DALAM BAHASA ANEUK JAMEE PADA MASYARAKAT GAMPONG LHOK KEUTAPANG, KECAMATAN TAPAKTUAN, KABUPATEN ACEH SELATAN (LIZA HARIANTI SUKMA, 2021)
SAPAAN KEKERABATAN DALAM BAHASA ACEH MASYARAKAT MEUKEK KABUPATEN ACEH SELATAN (Siti Riffaresa, 2016)
PENGGUNAAN SAPAAN KEKERABATAN DALAM TUTURAN MASYARAKAT KABUPATEN BATU BARA PROVINSI SUMATERA UTARA (MIFTAHUL JANNAH, 2019)