<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="109146">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN EFEKTIFITAS ANTARA LARUTAN  GARAM  HANGAT  DAN LARUTANRNPOVIDONE IODINE PADA TERAPI  SUPORTIFRNTONSILOFARINGITIS KRONIS EKSASERBASIRNAKUT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Aqmarina azhar ,S.ked</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tonsilofaringitis  kronis  eksaserbasi   akut  adalah peradangan   kronis  eksaserbasi akut  dinding  faring  disertai   peradangan   pada  tonsila palatina  yang  merupakan bagian  dari  cincin  Waldeyer. Tujuan dari  penelitian  ini adalah  untuk  mengetahui perbandingan  efektifitas   antara  penggunaan  larutan  garam  hangat  dibandingkan larutan povidone iodine sebagai  obat kumur.  Penelitian  ini dilakukan  di Poliklinik THT-KL  FK Unsyiah/RSUDZA  Banda  Aceb.  lni adalah  penelitian  eksperimental. Sampel penelitian terdiri atas  I5 penderita  tonsilofaringitis kronis  eksaserbasi akut yang  clibagi  menjadi   tiga  kelompok   masing-masing  kelompok   terdiri  atas  lima sampel menggunakan larutan garam hangat, lima sampel menggunakan larutan povidone iodine, dan lima sampel tanpa menggunakan obat kumur.  Semua  sampel&#13;
mendapatkan  Cefadroxil   2x500  mg  dan  Parasetamol   3x500  mg.  Setiap  sampel diamati    lama   penyembuhan   dalam    hitungan    hari.   Indikator    penyembuhan ditentukan dengan  anamnesis dan pemeriksaan klinis. Hasil analisis post  hoc test, tidak  terdapat  perbedaan   lama  rata-rata  penyembuhan  antara   kelompok sampel yang  menggunakan  larutan  garam  bangat  dibandingkan  larutan povidone   iodine&#13;
(p   =    0,055)     Tetapi     penggunaan      kedua     larutan     tersebut     lebih     cepat&#13;
penyembuhannya dibandingkan kelompok  kontrol  masing-masing (p = 0,000  dan&#13;
p = 0,004).  Sehingga  dapat  disimpulkan bahwa  efektifitas  larutan  garam  hangat&#13;
dan   larutan  povidone    iodine   sebagai   terapi   suportif  tonsilofaringitis   kronis eksaserbasi akut adalah  tidak berbeda.&#13;
&#13;
Kata kunci:  tonsilofaringitis  kronis  eksaserbasi  akut,  berkumur,   larutan  garam hangat, povidone  iodine&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>109146</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-03-14 12:41:58</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-03-14 12:41:58</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>