<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="109136">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN JUMLAH EOSINOFIL DALAM DARAH PADA PASIEN DIARE AKIBAT ALERGI SUSU SAPI DENGAN  RIWAYAT ATOPI DALAM KELUARGA DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Inayah Zhiaul Muttaqin</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Pendidikan Dokter Spesialis-I llmu Kesehatan Anak</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar Belakang: Alergi protein susu sapi merupakan penyebab umum dari alergi makanan ditandai oleh reaksi inflamasi terhadap protein susu sapi. Alergi susu sapi diperantarai oleh immunoglobulin (Ig) E atau tidak diperantai IgE. Eosinofil terutama berada di tiga tempat: sumsum tulang, pembuluh darah, dan organ dengan mukosa. Eosinofilia dalam darah perifer berhubungan dengan eosinofilia dalam jaringan. Tujuan: Mengetahui hubungan peningkatan jumlah eosinofil darah pada anak penderita diare akibat alergi susu sapi dengan riwayat atopi dalam keluarga. Metode: Penelitian analitik-observasional dengan desain cross sectional, untuk menilai jumlah eosinofil dalam darah pada pasien diare akibat alergi susu sapi dengan riwayat atopi dalam keluarga. Hasil: Total 42 sampel anak dengan diare akut akibat alergi susu sapi pada penelitian ini, kelompok usia di bawah 2 tahun sebagai sampel terbanyak dengan 27 (64,3%) pasien, laki-laki lebih banyak 29 (69%) pasien, sampel lebih banyak dengan status gizi baik 25 (59,5%) pasien, dan anak pra sekolah lebih banyak dengan 34 (80,95%) pasien. Peningkatan jumlah eosinofil dalam darah hanya terjadi pada 3 pasien yaitu pada anak usia 2 dan 7 bulan serta 9 tahun, dengan koefisien korelasi 0,00001. Kesimpulan: Tidak ditemukan adanya hubungan antara pasien diare akut akibat alergi susu sapi dengan peningkatan kadar eosinofil dalam darah. &#13;
Kata Kunci : diare akut, alergi susu sapi, eosinofil.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>109136</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-03-14 12:10:17</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-03-14 14:30:48</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>