Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERAN PEMERINTAH KAMPUNG DALAM PENGELOLAAN DANA DESA (STUDI TERHADAP PENINGKATAN STATUS INDEKS DESA MEMBANGUN DI KAMPUNG TINGKEM BERSATU KECAMATAN BUKIT KABUPATEN BENER MERIAH)
Pengarang
MIRA SAWITRI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Effendi Hasan - 197510012009121005 - Dosen Pembimbing I
Novita Sari - 199111012019032028 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
1510103010028
Fakultas & Prodi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Politik (S1) / PDDIKTI : 67201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik., 2023
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Dana Desa adalah dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang diperuntukkan bagi Desa yang ditransfer melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten/ Kota dan digunakan untuk mendanai penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat. Dana Desa dianggarkan setiap tahun sebagai salah satu sumber pendapatan desa. Dengan adanya Dana Desa, diharapkan agar desa dapat mengelola potensi yang dimilikinya untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat serta kemandirian desa yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan status Indek Desa Membangun (IDM). Karena itu diperlukan inovasi, kreasi dan kerjasama dari berbagai pihak. Baik itu dari aparat desa sendiri, maupun dukungan serta peran aktif dari masyarakat desa. Pada tahun 2021 kecamatan Bukit menjadi kecamatan dengan total desa mandiri terbanyak di kabupaten Bener Meriah, diantaranya: Blang Sentang, Serule Kayu, dan Tingkem Bersatu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pemerintah kampung Tingkem Bersatu dalam pengelolaan Dana Desa serta dampak atas peningkatan status Indeks Desa Membangun tehadap desa tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teori Penta helix, yaitu teori yang didasarkan pada lima jenis pemangku kepentingan (pemerintah, pembisnis/swasta, akademisi, komunitas, dan media) yang saling bersinergi dalam mewujudkan sebuah pembangunan atau inovasi dengan memanfaatkan sumber daya yang ada. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pemerintah desa sangat berperan dalam pengelolaan dana desa. Pemerintah Kampung Tingkem Bersatu telah melaksanakan tahapan Pengelolaan Dana Desa sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri No 20 Tahun 2018 Tentang Pengelolaan Keuangan Desa yang tidak terlepas dari partisipasi masyarakat. Pengelolaan dana desa yang baik dapat meningkatkan status IDM sehingga cukup memberikan dampak positif terhadap desa tersebut. Adapun ke depannya, pemerintah desa diharapkan dapat memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan dana desa agar program yang diusulkan dapat tepat sasaran.
Kata Kunci: (Pemerintah Desa, Pengelolaan Dana Desa, Indeks Desa Membangun)
ABSTRACT Village funds are funds that are sourced from state budget (APBN) which are intended to the village by local government budget (APBD) and used to fund government's administration, development implementation, community development and empowerment. Village funds are budgeted annually as a source of village income. By village funds, the villages are expected to manage their potential to increase the economy and welfare of the community. Furthermore, the independence of the village is indicated by the improvement of the village development index's (IDM) status. Therefore innovation, creation and collaboration are needed from various parties. It's not only from the village's official but also the support from the village's society. In 2021, kecamatan bukit became the most total independent villages in bener meriah regency. The villages are Belang Sentang, Serule Kayu and Tingkem Bersatu. The aim of the study is intended to determine the role of Tingkem Bersatu's government in village funds management and the impact of village development index's status improvement on that village. This study was conducted using the Penta helix theory, which is based on five types of stakeholders (government, business/private sector, academia, communities and media) who synergize to each other in realizing development or innovation by using existing resources. The study used descriptive research with qualitative. The result of the study showed that the village's government has an important role in managing village funds. Village's government of Tingkem Bersatu have fulfilled the village funds management stages based on Ministry of Home Affairs Regulation No. 20 of 2018 about village financial management which is inseparable from community's participation. Good village funds management can increase the village development index's status. Therefore, it can give a positive impact to the village. In the future village's governments are expected to be able to provide socialization to the community about village funds management in order to give understanding of the financial management process. Keywords: (Village's Government, Village Funds Management, Village Development Index)
TRANSPARANSI INFORMASI PENGGUNAAN DANA DESA DALAM MEMBANGUN KEPERCAYAAN MASYARAKAT DI DESA DELUNG TUE KECAMATAN BUKIT KABUPATEN BENER MERIAH (Aldian Efendi, 2021)
ANALISIS PENGGUNAAN DANA DESA DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGANAN COVID-19 KABUPATEN BENER MERIAH (Mustaqim, 2024)
IMPLEMENTASI PENGELOLAAN DANA KAMPUNG OLEH PEMERINTAH KAMPUNG DI KAMPUNG GUMPANG LEMPUH KECAMATAN PUTERI BETUNG KABUPATEN GAYO LUES (Laela Fitriani, 2020)
LARANGAN PERKAWINAN SATU KAMPUNG DITINJAU DARI HUKUM POSITIF DI KECAMATAN BUKIT KEBUPATEN BENER MERIAH (Rina Damayanti, 2021)
BADAN USAHA MILIK KAMPUNG (BUMK) DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT KECAMATAN WIH PESAM, KABUPATEN BENER MERIAH (Wafiq Amelia, 2023)