<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="109046">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN KELEKATAN ORANGTUA DAN SELF INJURY BEHAVIOR PADA REMAJA SMA KORBAN PERUNDUNGAN DI BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>GUINEA UTAMI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Unsyiah</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perundungan sering terjadi di sekolah dan berdampak negatif bagi kesehatan mental korban. Korban juga akan lebih beresiko untuk melakukan self injury behavior atau perilaku yang mengacu pada merusak diri yang didasarkan pada keinginan untuk membahayakan diri. Self injury behavior erat kaitannya dengan hubungan remaja terhadap orangtuanya yang disebut sebagai kelekatan orangtua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kelekatan orangtua terhadap self injury behavior pada remaja SMA korban perundungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purpossive sampling, dan melibatkan 86 remaja korban perundungan yang duduk di bangku SMA dengan rentang usia 15-18 tahun. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan alat ukur adaptasi Inventory of Parent and Peer Attachment-Revised (IPPA-R) dan Self Harm Inventory (SHI). Analisis data menggunakan Spearman-Brown Formula dengan nilai signifikan dan koefisien korelasi kelekatan ayah dan self injury behavior sebesar p = 0,000, r = -0,535 serta nilai signifikan dan koefisien korelasi kelekatan ibu dan self injury behavior sebesar p = 0,000, r = -0,523 Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif signifikan antara kelekatan ayah dan self injury behavior serta terdapat hubungan negatif signifikan antara kelekatan ibu dan self injury behavior yang berarti semakin tinggi kelekatan orangtua maka semakin rendah self injury behavior pada remaja SMA Korban Perundungan di Banda Aceh. Berdasarkan kategorisasi mayoritas subjek berada paa tingkat kelekatan ayah tinggi (66,3%), kelekatan ibu tinggi (70,9%), dan self injury behavior yang rendah (37,2%).&#13;
Kata Kunci: Kelekatan Orangtua, Self Injury Behavior, Remaja, Perundungan&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>109046</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-03-13 12:34:01</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-03-13 14:37:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>