<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="109034">
 <titleInfo>
  <title>KEMAMPUAN SISWA SMP NEGERI 19 PERCONTOHAN BANDA ACEH DALAM MEMECAHKAN MASALAH LUAS BANGUN DATAR TAK BERATURAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fajria Humaira</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP Pendidikan Matematika</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu kemampuan matematis yang harus dimiliki siswa dalam pembelajaran matematika. Salah satu materi yang dapat melatih kemampuan pemecahan masalah siswa adalah materi bangun datar. Pada materi bangun datar, banyak objek dalam kehidupan sehari-hari yang bentuknya beragam selain dari bentuk bangun datar yang dipelajari di sekolah, sehingga untuk menghitung luasnya diperlukan pendekatan yang berbeda selain dari rumus-rumus bangun datar yang diajarkan di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam memecahkan masalah luas bangun datar tak beraturan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian dipilih sebanyak 6 dari 26 siswa yang mewakili kategori tinggi, sedang, dan rendah. Instrumen pada penelitian ini selain peneliti sebagai instrumen utama, dibantu juga dengan instrumen pendukung berupa lembar tes dan pedoman wawancara. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian tes dan wawancara. Triangulasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu triangulasi metode. Data dianalisis dengan konsep Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh bahwa subjek kategori tinggi, sedang maupun rendah memiliki kemampuan pemecahan masalah yang berbeda.  Subjek penelitian dengan kategori tinggi mampu memenuhi seluruh indikator kemampuan pemecahan masalah. Subjek dengan kategori sedang mampu memenuhi indikator memahami masalah dan merencanakan penyelesaian. Subjek dengan kategori rendah belum mampu memenuhi indikator memeriksa kembali pada setiap soal. Oleh karena itu, perlunya peranan dari guru untuk membiasakan siswa dengan soal-soal yang dapat mengasah kemampuan pemecahan masalah siswa selain dari soal-soal rutin yang ada pada buku paket sekolah.&#13;
&#13;
Kata kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah, Luas Bangun Datar Tak Beraturan</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>109034</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-03-13 11:43:08</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-03-13 11:50:48</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>